Pertarungannya sengit banget sejak bola pertama melayang. Reli-reli panjang, tempo tinggi. Namun, efektivitas Li/Wang di poin-poin krusial membuat Tiwi/Fadia kewalahan. Gim pertama pun jatuh ke tangan China, 18-21.
Namun begitu, mereka tidak menyerah. Justru di gim kedua, Tiwi/Fadia tampil beda. Dominan. Ritme permainan sepenuhnya mereka kendalikan. Hasilnya, kemenangan telak 21-8 yang memaksa laga masuk ke babak penentuan.
Gim ketiga, ya, inilah yang bikin deg-degan. Kedua pasangan saling sikut, poin berjalan berimbang. Ketat sampai akhir. Sayangnya, di saat-saat genting, pasangan China terlihat lebih dingin. Penyelesaian akhir mereka lebih mantap. Skor akhir 21-19 untuk Li/Wang.
“Kami sudah berjuang maksimal, tapi lawan memang bermain sangat baik hari ini,” ujar salah satu atlet usai pertandingan, suaranya terdengar kecewa namun penuh sportivitas.
Dengan dua kekalahan itu, tamatlah sudah perjalanan Indonesia di German Open tahun ini. Terry/Gloria dan Tiwi/Fadia terpaksa pulang dengan tangan hampa, meski perlawanan yang mereka berikan di babak empat besar patut diacungi jempol. Kini, gelar juara akan diperebutkan tanpa warna Indonesia di final.
Artikel Terkait
Hetifah Sjaifudian Desak Hukum Maksimal dan Larangan Seumur Hidup bagi Pelaku Pelecehan Atlet Panjat Tebing
Veda Ega Pratama Start Posisi Kelima Moto3 Thailand, Aura Bahagia Ingatkan Marc Marquez
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib