Semua ini tentu tak bisa lepas dari sosok Tomas Trucha. Pelatih asal Ceko itu datang dengan beban harapan untuk membawa penyegaran taktik. Tapi sampai pekan ke-23, perubahan yang dijanjikan belum juga membuahkan stabilitas. Memang, adaptasi butuh waktu. Tapi kompetisi tidak pernah memberi ruang tanpa batas.
Sepak bola profesional punya satu ukuran utama: hasil. Kalau hasil tak kunjung datang dalam jangka panjang, evaluasi bukan lagi pilihan. Itu keharusan. Tiga kekalahan beruntun belakangan ini hanyalah puncak gunung es dari performa yang sejak awal musim sebenarnya sudah tak pernah meyakinkan.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahasa tubuh tim. Kepercayaan diri pemain terlihat anjlok. Koordinasi antarlini rapuh. Bahkan dalam situasi sederhana, fokus mereka mudah buyar. Kalau bukan karena sejumlah penyelamatan penting kiper Reza Arya Pratama di beberapa laga, posisi PSM di klasemen mungkin sudah jauh lebih mengenaskan.
Dan klasemen tak pernah berbohong. PSM kini tertahan di papan bawah, hanya berjarak tipis dari zona merah. Di liga yang kompetitif seperti ini, selisih beberapa poin bisa menguap dalam dua atau tiga pertandingan saja. Ancaman degradasi bukan lagi sekadar teriakan emosional suporter. Ia mulai menjadi kemungkinan yang riil, sebuah perhitungan matematis yang dingin.
Di titik inilah, tanggung jawab terbesar justru berada di pundak manajemen klub. Selama beberapa musim, PSM dipuji karena pengelolaan yang stabil dan visi jangka panjang yang jelas. Tapi musim ini memperlihatkan tanda-tanda kebingungan arah. Pergantian strategi tak diiringi kesiapan struktur tim. Rekrutmen pemain belum sepenuhnya menjawab kebutuhan taktik. Dan yang paling terasa, respons terhadap penurunan performa ini berjalan terlalu lambat.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Ujian Ketajaman Lini Depan Saat Jamu Persib
Dua Wakil Indonesia Gagal Melangkah ke Final German Open 2026
Tavares Hadapi Bayangan Rekor Buruk Lawan Hodak di Duel Persebaya vs Persib
PSM Makassar Krisis Gol di Liga 1, Ancaman Degradasi Mengintai di Tengah Pembangunan Stadion Untia