PSIS Raih Kemenangan Penting di Sidoarjo, Harapan Hindari Degradasi Kembali Menyala

- Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB
PSIS Raih Kemenangan Penting di Sidoarjo, Harapan Hindari Degradasi Kembali Menyala

Momentum. Itu kata kuncinya.

PSIS sebelumnya selalu gagal menjaga konsistensi. Sekarang, kemenangan tandang ini memberi fondasi baru. Tim yang dulu bermain penuh keraguan, mulai berani mengambil risiko. Perubahan mental seperti inilah yang biasanya memicu kebangkitan.

Raffinha dan Wajah Baru Serangan PSIS

Kehadiran striker Brasil ini membawa nuansa berbeda di lini depan. Selain skill teknis, dia menghadirkan ketenangan di saat-saat genting hal yang sebelumnya sering hilang dari permainan PSIS.

Gol penaltinya ke gawang Deltras adalah simbol awal. Bukan cuma soal mencetak angka, tapi tentang kehadiran seorang pemain yang sanggup menanggung beban saat tim terjepit. Striker modern bukan cuma mesin gol, dia juga jadi pusat kepercayaan. Perlahan, peran itu mulai melekat pada Raffinha.

Efeknya terlihat. Rekan-rekannya di lapangan tampak lebih percaya diri, seolah punya tujuan serangan yang jelas.

Perjalanan Masih Panjang

Musim ini masih panjang. Ancaman degradasi belum sirna sepenuhnya, tapi arah perjalanan PSIS mulai berubah.

Kalau konsistensi bisa dipertahankan, keluar dari zona merah hanya soal waktu. Bahkan, bukan mustahil Mahesa Jenar merangkak naik ke papan tengah atau lebih tinggi dari yang orang duga.

Liga 2 memang sering menelurkan cerita kebangkitan yang tak terduga. Tim yang terlihat tenggelam di awal, bisa tiba-tiba melesat begitu menemukan ritme dan mental yang pas.

PSIS sekarang ada di persimpangan itu.

Kemenangan di Sidoarjo mungkin tampak kecil di atas kertas. Tapi bagi keluarga besar PSIS Semarang, hasil ini terasa seperti babak baru. Tentang tim yang menolak menyerah, tentang kepercayaan yang pulih perlahan, dan tentang keyakinan bahwa keluar dari zona merah bukan lagi pertanyaan "apakah", melainkan "kapan".

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar