Embul Bertahan Seminggu di Reruntuhan, Kisah Haru dari Tengah Bencana Agam

- Jumat, 05 Desember 2025 | 17:48 WIB
Embul Bertahan Seminggu di Reruntuhan, Kisah Haru dari Tengah Bencana Agam

Suasana haru tiba-tiba pecah di tengah reruntuhan di Palembayan, Agam. Tim penyelamat, yang tengah fokus mencari korban dan membersihkan puing, mendengar suara lemah dari balik serpihan kayu dan lumpur. Bukan manusia, melainkan seekor kucing berhasil mereka selamatkan dari bangunan yang hancur lebur.

Peristiwa itu terjadi Kamis lalu. Kucing itu, bernama Embul, terperangkap sendirian selama seminggu penuh. Bayangkan saja, seminggu tanpa makanan dan air di tengah kehancuran.

Ratnawati, sang pemilik, hampir tak percaya ketika mendengar kabar itu. Ia dan keluarganya terpaksa meninggalkan rumah mereka begitu banjir bandang dan longsor menerjang Rabu pekan sebelumnya. Saat mengungsi, mereka tak sempat menyelamatkan seluruh hewan peliharaan.

"Embul terjebak di reruntuhan. Kami pikir sudah tidak ada harapan," ujar Ratnawati, suaranya terdengar parau.

Rupanya, Embul bukan satu-satunya. Masih ada 14 kucing lain yang ikut terjebak saat keluarga itu menyelamatkan diri. Nasib mereka masih menjadi tanda tanya.

Bencana yang melanda Sumatera Barat pada 26 November itu memang meninggalkan duka yang dalam. Kecamatan Palembayan termasuk yang paling parah terdampak. Jalan-jalan terputus, rumah-rumah rata dengan tanah, dan infrastruktur rusak berat.

Di sisi lain, upaya pemulihan terus digenjot. Tim SAR gabungan kini fokus pada beberapa hal. Mereka berusaha keras menyalurkan bantuan lewat segala cara: darat, laut, bahkan udara jika memungkinkan. Pembersihan jalan yang terblokir material longsor juga jadi prioritas, begitu pula perbaikan infrastruktur vital yang rusak. Di tengah semua kesibukan itu, penyelamatan Embul menjadi secercah cahaya kecil sebuah kisah tentang harapan yang bertahan di tengah bencana.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar