SURABAYA – Atmosfer sudah mulai terasa panas di Surabaya. Besok malam, Stadion Gelora Bung Tomo bakal jadi saksi sebuah duel yang ditunggu-tunggu: Bruno Moreira melawan Dusan Lagator. Yang bikin pertarungan ini makin sengit? Nilai keduanya di pasaran gabungan mencapai Rp14,7 miliar. Bukan angka main-main. Di atas lapangan hijau, mereka bukan cuma bawa bola, tapi juga beban ekspektasi sebesar itu.
Pertanyaannya, siapa yang bisa membuktikan harga dirinya?
Laga pekan ke-23 Super League ini memang lebih dari sekadar tiga poin. Bagi Persebaya, ini soal harga diri. Baru saja menelan dua kekalahan beruntun, tim tuan rumah dituntut bangkit di depan pendukung setianya sendiri. Tekanannya luar biasa.
PSM Makassar pun kondisinya tak jauh beda. Tim tamu yang dijuluki Juku Eja itu datang ke Surabaya dengan misi serupa: memutus tren negatif dari dua laga terakhir mereka. Jadi, ini soal momentum. Siapa yang bisa keluar dari kemerosotan lebih dulu.
Di sisi lain, duel dua bintang ini juga jadi ujian taktik bagi kedua pelatih. Strategi permainan kemungkinan besar akan berpusat pada bagaimana memaksimalkan aset termahal mereka, sekaligus menekan lawan.
Bruno Moreira: Harapan di Sayap Kiri
Di kubu Persebaya, sorotan utama tentu pada Bruno Moreira. Winger asal Brasil ini punya nilai pasar sekitar Rp6,95 miliar, tertinggi di skuad Green Force. Usianya baru 26 tahun, tapi dia sudah jadi pemimpin serangan sejak bergabung pertengahan tahun lalu.
Kecepatan dan dribelnya yang liar sering bikin pusing pertahanan lawan. Besok, peran dia di sisi kiri akan sangat krusial. Dia harus bisa mencairkan kebuntuan dan memberi solusi.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Siap Hadapi All England 2026 yang Bertepatan dengan Ramadhan
Barcelona Minta Jadwal Liga Champions Diubah Hindari Bentrok dengan Pemilihan Presiden
Persebaya Hadapi PSM di Bung Tomo, Perebutan Puncak Klasemen dan Kehormatan
Timnas Futsal Putri Indonesia Hadapi Thailand di Laga Pembuka Piala AFF 2026