Jakarta - Ujian nyali yang sesungguhnya menanti Luciano Spalletti. Rabu dini hari nanti, Juventus harus bertandang ke markas Galatasaray di leg pertama playoff Liga Champions. Rams Park, stadion yang terkenal angker itu, siap jadi medan laga.
Bagi Si Nyonya Tua, ancaman tumbang sangat nyata. Soalnya, Galatasaray lagi on fire. Performa mereka sedang menggila, ditandai rekor kemenangan beruntun dan produktivitas gol yang bikin merinding. Kickoff rencananya jam 00.45 WIB, dan ini bukan laga biasa. Setelah 12 tahun lamanya, Galatasaray akhirnya kembali ke panggung fase gugur Liga Champions. Bisa dibayangkan, semangat seperti apa yang akan memenuhi tribun.
Rams Park dipastikan bakal berubah jadi "neraka" bagi para tamu.
Memang, kalau lihat tabel fase liga, Juventus ada di posisi ke-13 dengan 13 poin. Mereka unggul tujuh tingkat dari Galatasaray yang nangkring di urutan 20. Tapi, ya, statistik di kertas seringnya nggak berlaku di lapangan hijau, apalagi saat dihadapkan pada puluhan ribu suporter fanatik. Semua angka itu bisa buyar dalam sekejap.
Dilema Pertahanan Spalletti
Spalletti sejauh ini berhasil membangun lini belakang Juventus yang cukup disiplin. Buktinya, mereka tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di Eropa dan bahkan meraih tiga clean sheet berturut-turut. Itu pencapaian yang patut diacungi jempol.
Namun begitu, ujian sebenarnya justru ada di konsistensi mereka bermain di luar kandang. Performa tandang Juventus musim ini memang jadi masalah. Cuma 5 poin dari 4 laga di fase liga? Itu angka yang kurang meyakinkan.
Mental mereka juga lagi guncang. Baru aja, akhir pekan lalu, Juventus tumbang tipis 2-3 dari Inter Milan di Serie A. Kekalahan itu pasti meninggalkan bekas.
Galatasaray yang Berkobar
Di sisi lain, Galatasaray justru sedang di puncak kepercayaan diri. Berbanding terbalik dengan Juventus yang lagi terluka, tim besutan Okan Buruk ini punya momentum yang sempurna. Statistik mereka jelang laga ini benar-benar mengerikan.
Empat kemenangan beruntun di semua kompetisi. Lebih menakutkan lagi, mereka mencetak 15 gol dalam rentetan kemenangan itu. Artinya, mesin gol mereka sedang bekerja dengan sempurna.
Kekuatan lain yang patut diwaspadai adalah transisi mereka. Lini tengah Galatasaray dinamis banget, gesit memutus serangan lawan lalu langsung beralih ke mode menyerang.
Dengan gaya main agresif sejak menit pertama, Galatasaray diprediksi akan menekan habis-habisan. Tujuannya jelas: mengamankan modal kemenangan sebelum melakukan perjalanan ke Turin untuk leg kedua. Situasi ini bakal jadi pertarungan psikologis dan teknis yang seru untuk ditonton.
Artikel Terkait
Persib Hadapi Ratchaburi di GBLA Malam Ini, Target Balikkan Hasil Leg Pertama
PSIS Semarang Turunkan Target: Bertahan Jadi Prioritas Utama Musim Depan
Gary Neville Soroti Kesalahan Fatal Amorim: Hancurkan Kobbie Mainoo
Flick Akui Girona Lebih Unggul Usai Barcelona Tersingkir dari Puncak Klasemen