MURIANETWORK.COM - Febri Haryadi resmi memperkuat Persis Solo di tengah situasi genting tim yang terperosok di dasar klasemen Super League 2025-2026. Pemain berusia 29 tahun itu langsung mencanangkan target utama: mengeluarkan Skuad Sambernyawa dari ancaman degradasi. Kehadiran mantan winger Persib Bandung ini diharapkan menjadi suntikan energi baru bagi lini serang tim yang sedang berjuang.
Kondisi Tim yang Menantang
Persis Solo saat ini menduduki posisi ke-18, atau yang paling buncit, dengan hanya mengumpulkan 12 poin dari 21 pertandingan. Catatan itu terdiri dari dua kemenangan, enam hasil imbang, dan 13 kekalahan. Posisi di zona merah membuat setiap laga ke depan menjadi final bagi tim asal Kota Solo tersebut. Dalam situasi inilah Febri Haryadi tiba, membawa beban harapan sekaligus tantangan yang tidak ringan.
Antusiasme dan Tantangan Baru
Febri mengaku sangat antusias bisa bergabung dengan klub kebanggaan masyarakat Solo. Dia menyadari sepenuhnya bahwa langkah ini merupakan tantangan besar dalam perjalanan kariernya, namun dia siap menghadapinya. Fokus pertamanya adalah beradaptasi secepat mungkin dengan pola permainan dan rekan setim yang baru.
“Tentunya sangat senang dan semoga saya bisa membantu tim ini dengan baik,” ungkap Febri Haryadi. “Dan ini sebuah tantangan bagi saya, mudah-mudahan saya bisa membantu tim ini dengan baik dan maksimal.”
Dia menekankan bahwa waktu adaptasi yang singkat adalah faktor krusial. Febri bertekad untuk segera menyatu dengan tim agar kontribusinya dapat segera terlihat di lapangan hijau.
Misi Kolektif Keluar dari Tekanan
Bagi Febri, jalan keluar dari krisis ini hanya satu: kerja keras secara kolektif. Dia menegaskan bahwa seluruh anggota skuad harus bersatu padu dengan satu tujuan yang jelas, yaitu menyelamatkan tim dari jurang degradasi.
“Kami harus sama-sama kerja keras demi raih hasil yang maksimal. Dan kami juga punya tujuan yaitu lolos dari zona degradasi," tegasnya.
Dia kembali menambahkan tekad tersebut. "Semoga kami semua satu suara, satu keinginan dan satu tujuan untuk menyelamatkan tim ini dari zona degradasi,” lanjut Febri.
Ujian Pertama di Kandang
Ujian nyata bagi Febri dan Persis Solo akan segera datang. Mereka dijadwalkan menghadapi PSBS Biak di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu, 21 Februari 2026. Pertandingan di kandang sendiri ini menjadi momentum yang sangat penting untuk memulai langkah perbaikan dan membuktikan bahwa penambahan kekuatan baru ini bisa membawa perubahan.
Dengan klasemen yang masih sangat rawan, setiap poin menjadi sangat berharga. Pengalaman Febri di level tertinggi sepak bola Indonesia dan determinasinya kini menjadi aset yang diandalkan Persis untuk mengubah narasi musim mereka. Suasana di Manahan nanti akan menjadi barometer awal apakah misi penyelamatan ini bisa menemukan momentumnya.
Artikel Terkait
PSIS Semarang Turunkan Target: Bertahan Jadi Prioritas Utama Musim Depan
Juventus Hadapi Ujian Tandang Berat di Markas Galatasaray
Gary Neville Soroti Kesalahan Fatal Amorim: Hancurkan Kobbie Mainoo
Flick Akui Girona Lebih Unggul Usai Barcelona Tersingkir dari Puncak Klasemen