Dua Pukulan Mematikan di Penghujung Laga
Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-90. Vico Duarte berhasil menemukan celah di sisi kanan pertahanan PSM sebelum melepaskan tembakan yang tak bisa lagi dihalau Reza Arya. Suasana hening seketika menyelimuti tribun penonton.
Belum sempat bangkit dari keterkejutan, PSM kembali keboboran. Hanya berselang empat menit kemudian, tepatnya di injury time, Alex Martins memastikan kemenangan tamu dengan sepakan kerasnya. Dua gol dalam waktu berdekatan itu menjadi pukulan telak yang mengubur harapan tuan rumah.
Mengomentari performa timnya, pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, mengungkapkan kepuasannya. "Kami bermain dengan sabar dan disiplin. Tim percaya dengan rencana permainan hingga detik-detik akhir, dan itu yang membuahkan hasil," jelasnya.
Refleksi atas Strategi dan Hasil
Kekalahan ini menyisakan pelajaran penting bagi PSM. Strategi bertahan dan menunggu kesempatan, meski sah secara taktis, terbukti berisiko tinggi ketika eksekusi serangan balik tidak maksimal dan tekanan lawan begitu konsisten. PSM terlihat kurang percaya diri untuk menguasai permainan di hadapan pendukungnya sendiri.
Sebaliknya, Dewa United menunjukkan kematangan dengan tetap menjaga ritme dan tidak terburu-buru, meski gol tak kunjung datang. Kesabaran mereka akhirnya terbayar di saat-saat paling menentukan. Laga di Parepare sore itu menjadi pengingat nyata bahwa dalam sepak bola, bermain terlalu aman tanpa keberanian mengambil risiko justru dapat mengundang malapetaka di menit-menit akhir.
Artikel Terkait
Kiandra Ramadhipa Kembali Perkuat Red Bull Rookies Cup Musim 2026
Republik Ceko Akhiri Puasa 20 Tahun, Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia