"Tidak, begini. Bagi saya, itu hanya bagian dari sepak bola: seorang pemain yang tidak mendapatkan menit bermain yang diinginkannya, atau yang tidak banyak bermain, saya tidak akan mengerti jika dia senang dengan situasinya," tegas Arbeloa.
Ia melanjutkan penjelasannya dengan menekankan bahwa perasaan ini berlaku untuk seluruh skuad. "Dan saya tidak hanya berbicara tentang Carvajal, tetapi pemain mana pun. Dalam skuad ini, semua orang ingin berkontribusi di lapangan, merasa penting. Jika mereka datang ke Real Madrid, itu karena mereka sangat, sangat penting; pemain luar biasa di klub mereka sebelumnya," lanjutnya.
Solusi di Lapangan Latihan
Arbeloa menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar dari ketidakpuasan adalah melalui kerja keras di tempat latihan. Filosofinya sederhana: performa di sesi latihan adalah kunci untuk mendapatkan kepercayaan tampil di pertandingan.
Menurutnya, dirinya selalu mendorong mereka untuk bekerja lebih keras setiap hari dalam latihan. "Dan ketika seseorang tidak senang… mereka datang ke pinggir lapangan. Tidak ada respons lain yang mungkin," jelas sang pelatih.
Prinsip utama yang ia pegang adalah kesatuan tim. "Selalu, dengan persatuan dengan seluruh tim dan mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan individu. Sama seperti di skuad ini. Itulah jalan ke depan," tandas Arbeloa menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana