MURIANETWORK.COM - Persija Jakarta masih memiliki peluang untuk mengejar Persib Bandung di puncak klasemen Liga 1 2025/2026, meski tertinggal enam poin. Pelatih Persija, Gustavo Almeida, menegaskan hal itu usai timnya takluk 0-2 dari Arema FC pada laga pekan ke-24, Minggu (8/2). Dengan sisa 14 pertandingan dan 42 poin yang masih bisa diperebutkan, Almeida meyakini perburuan gelar belum berakhir.
Belajar dari Kekalahan dan Detail yang Luput
Kekalahan dari Arema di Stadion Utama Gelora Bung Karno tentu menjadi pukulan. Momentum yang sempat terbangun lewat gol yang dianulir VAR karena offside Maxwell Souza sirna seketika, diikuti oleh dua gol balasan Arema. Momen itu menjadi pelajaran berharga tentang betapa rapuhnya pertandingan sepak bola.
Gustavo Almeida, dalam evaluasinya, menyoroti hal tersebut. "Sepak bola soal detail," ujarnya, menekankan betapa faktor kecil sering kali menjadi penentu hasil akhir sebuah pertandingan.
Jalan Panjang dan Celah yang Terbuka
Meski tertahan di peringkat ketiga, pandangan Almeida tetap tertuju ke depan. Perhitungan matematis dan panjangnya sisa kompetisi menjadi alasan utama untuk tidak menyerah. Sementara itu, situasi sang pemuncak, Persib, juga tidak sepenuhnya mulus. Kekalahan di kompetisi Asia dan jadwal yang padat berpotensi menjadi beban tersendiri bagi Maung Bandung, apalagi mereka akan berhadapan dengan tim-tim tangguh seperti Borneo FC Samarinda.
Di sinilah Persija melihat celah. Kompetisi yang masih panjang berarti masih ada banyak kesempatan untuk memangkas poin, asalkan tim bisa bangkit dan menunjukkan konsistensi.
Persaingan yang Uji Ketahanan
Pada akhirnya, persaingan musim ini lebih dari sekadar adu strategi; ini adalah ujian ketahanan mental dan fisik. Persib dituntut menjaga stabilitasnya di puncak, sementara Persija harus bisa mengubah tekanan menjadi motivasi untuk bangkit. Sejarah liga Indonesia kerap menunjukkan bahwa momentum bisa berbalik dengan cepat oleh insiden tak terduga.
Bagi Persija, setiap laga tersisa sekarang adalah final kecil. Mereka harus memaksimalkan setiap pertandingan untuk tetap menjaga tekanan pada Persib. Di sisi lain, Persib harus mampu mengelola keunggulan dan tekanan psikologis sebagai tim yang dikejar.
Enam poin adalah jarak yang signifikan, tetapi bukan jurang yang tak bisa diseberangi. Drama dan ketegangan masih sangat mungkin mewarnai sisa perjalanan Liga 1 musim ini, di mana ketahanan dan perhatian pada detail akan menjadi kunci penentu.
Artikel Terkait
Laporte Ungkap Kekecewaan di Arab Saudi Jadi Alasan Kembali ke Bilbao
Damion Lowe Resmi Diperkenalkan, Bek Jamaika Siap Perkuat Lini Belakang Dewa United
Persib Terdesak Usai Dibekuk Ratchaburi 0-3 di Leg Pertama ACL 2
Arbeloa Tegaskan Hubungan Baik dengan Carvajal, Anggap Kecewa Pemain sebagai Hal Wajar