Dini hari nanti, AC Milan bertandang ke markas Pisa. Pekan ke-25 Serie A ini, di atas kertas, terlihat seperti duel raksasa melawan kurcaci. Tapi, jangan salah. Tim tuan rumah justru penuh sesumbar.
Faktanya, Pisa terpuruk di posisi 19 klasemen. Mereka cuma mengumpulkan 15 poin terpaut sangat jauh, 35 angka, dari Milan yang kokoh di peringkat kedua. Namun begitu, klasemen seringkali hanya angka. Di lapangan hijau, ceritanya bisa lain.
Pelatih Pisa, Oscar Hiljemark, tampaknya tak ambil pusing dengan selisih poin yang lebar itu. Baginya, Cetilar Arena adalah tempat keajaiban bisa terjadi. Asal, timnya punya rencana matang dan tampil maksimal.
“Saat pertandingan dimulai, apa pun bisa terjadi. Saya ingin menang setiap kali tim saya bermain,” tegas Hiljemark.
“Lawan kami memang Milan, tim besar. Kami butuh persiapan taktis khusus. Tapi percayalah, Sabtu nanti kami masuk lapangan untuk meraih hasil.”
Debutnya pekan lalu cukup mentereng, membawa Pisa meraih poin imbang 0-0 di kandang Verona. Kini, di hadapan raksasa Serie A, ia mengakui kehebatan Milan. Tapi itu justru jadi pelecut. “Mereka tim hebat, tapi kami juga sebelas pemain. Kami akan berjuang untuk kemenangan di depan suporter sendiri. Kami siap bertarung,” tambahnya.
Di sisi lain, tekanan justru lebih berat di pundak Milan. Hasil selain kemenangan akan jadi mimpi buruk. Apalagi, mereka kini tertinggal 8 poin dari sang pemuncak, Inter Milan. Tergelincir di Pisa? Itu hal yang tak boleh terbayangkan.
Momentum Rossoneri sebenarnya bagus. Pertandingan terakhir mereka berakhir dengan kemenangan gemilang 3-0 atas Bologna. Laga lanjutan kontra Como sempat dijadwalkan, tapi akhirnya ditunda karena San Siro dipakai untuk acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin. Penundaan itu justru memberi waktu pemulihan ekstra bagi skuad Massimiliano Allegri. Waktu istirahat itu berharga, mengingat Derby della Madonnina yang menentukan sudah di depan mata.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana