Tuduhan Kekerasan Pacar Ancam Ricky Pratama, Belum Ada Laporan Resmi

- Kamis, 12 Februari 2026 | 15:30 WIB
Tuduhan Kekerasan Pacar Ancam Ricky Pratama, Belum Ada Laporan Resmi

MURIANETWORK.COM - Dunia sepak bola Indonesia kembali dihadapkan pada kabar yang mengkhawatirkan. Seorang perempuan melalui media sosial mengaku menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh kekasihnya, seorang pemain sepak bola profesional. Tuduhan yang belum terbukti secara hukum ini dengan cepat menyebar dan mengarah pada sosok Ricky Pratama, winger Timnas Indonesia U-23 yang membela PSM Makassar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun laporan kepolisian yang mengonfirmasi kebenaran dari pengakuan tersebut.

Kronologi Tuduhan yang Beredar di Media Sosial

Gelombang isu ini bermula dari sebuah unggahan di platform Threads pada Selasa (10/2/2026) oleh akun @myamoureeeee. Dalam narasinya, penulis mengklaim telah menjalin hubungan selama lima bulan dengan seorang pemain timnas dan Liga 1. Keretakan hubungan diduga terjadi karena perselingkuhan, yang kemudian memicu pertengkaran sengit.

“Aku kemarin pacaran lima bulan sama dia. Dia bisa dibilang terkenal, pemain timnas juga pemain Liga 1 Indonesia. Kita sempat berantem karena mau putus. Penyebabnya hal yang buat aku sakit banget, dia selingkuh sama mantannya lagi,” ungkap akun tersebut dalam unggahannya.

Lokasi dan Detail Dugaan Insiden

Menurut pengakuan yang beredar, insiden kekerasan fisik diduga terjadi di Yogyakarta pada Jumat (6/2/2026), bertepatan dengan persiapan tim untuk pertandingan tandang. Korban menggambarkan tindakan berupa bantingan dan cekikan yang berulang. Meski disebutkan telah menjalani pemeriksaan visum, hasilnya belum dapat diakses publik tanpa adanya laporan resmi ke pihak berwajib. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan juga dikabarkan belum menemui titik terang.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar