JAKARTA – Ada yang menarik dari penampilan impresif Timnas Tanjung Verde di FIFA Series 2026. Performa mereka justru membuat masa depan bek PSM Makassar, Yuran Fernandes, di tim nasional negaranya tampak suram. Bahkan, peluang untuk berlaga di Piala Dunia 2026 pun terasa kian menjauh.
Laga pembuka mereka melawan Finlandia, Senin (30/3/2026) pagi WIB, benar-benar menunjukkan mental juara. Sempat tertinggal oleh gol Naatan Skytta di akhir babak pertama, tim yang dijuluki Blue Sharks itu bangkit dengan semangat luar biasa di paruh kedua. Serangkaian pergantian pemain yang dilakukan pelatih ternyata berbuah manis.
Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta. Dicetak oleh Kelvin Pires bekas rekan setim Witan Sulaeman di AS Trencin gol itu membawa semangat baru. Pertandingan sengit berakhir 1-1 di waktu normal, dan Tanjung Verde tampil lebih dingin dalam adu penalti, menang 4-2.
Kemenangan ini bukan cuma soal angka. Yang lebih penting, mereka menunjukkan kedalaman skuad yang luar biasa. Rotasi pemain berjalan mulus, dan pemain-pemain cadangan memberikan kontribusi nyata. Ini sinyal jelas: persaingan untuk mendapatkan tempat di starting eleven semakin ketat, bahkan untuk pemain yang biasa jadi andalan.
Di sisi lain, partai lain juga menyajikan kejutan. Tuan rumah Selandia Baru menghajar Chile dengan skor telak 4-1. Dominasi mereka makin kuat setelah pemain Chile, Dario Osorio, menerima kartu merah di awal pertandingan. Mereka memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan sangat efektif.
Empat gol kemenangan dicetak oleh Barbarouses, Just, Randall, dan Waine. Chile hanya bisa membalas sekali lewat Tapia. Hasil ini memastikan final akan mempertemukan dua tim yang sedang percaya diri: Selandia Baru dan Tanjung Verde. Pertandingan yang pasti seru, sekaligus pengukur kesiapan mereka menuju Piala Dunia 2026.
Lalu, Bagaimana dengan Yuran?
Namun, di balik sorak-sorai atas performa Tanjung Verde, ada satu nama yang absen: Yuran Fernandes. Bek andalan PSM Makassar itu sama sekali tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke turnamen ini.
Kehadirannya sepertinya memang belum dibutuhkan. Saat ini, lini pertahanan Tanjung Verde terlihat cukup solid dan punya banyak pilihan. Dengan pemain-pemain yang ada sudah menunjukkan chemistry dan kualitas bagus, pelatih tampaknya enggan mengacak-acak komposisi yang sudah jalan.
Fakta itu membuat pintu timnas bagi Yuran terlihat semakin sempit, setidaknya untuk waktu dekat. Mimpi besar untuk membela negaranya di Piala Dunia 2026 di Amerika dan Meksiko pun seperti menguap. Dia seakan ketinggalan kereta, kalah bersaing dengan pemain-pemain lain yang lebih dipercaya sang pelatih.
Meski begitu, bukan berarti harapan itu hilang sama sekali. Dunia sepak bola penuh kejutan. Konsistensi performa di level klub bersama PSM tetap bisa menjadi modal berharga. Jika Yuran bisa tampil gemilang dan terus menarik perhatian, siapa tahu panggilan itu suatu hari nanti akan datang. Perjalanan masih panjang.
Artikel Terkait
Borneo FC Pertahankan Nadeo Argawinata dan Juan Villa, Patahkan Rumor Transfer ke Persija
Fajar/Fikri ke Babak 16 Besar Singapore Open, Akui Performa Jauh dari Maksimal
Alwi Farhan Hadapi Shi Yu Qi di Babak 16 Besar Singapore Open, Tiga Wakil Indonesia Bersiap Tempur
Sabar/Reza Kalahkan Wakil Tuan Rumah, Melaju ke 16 Besar Singapore Open 2026