MURIANETWORK.COM - Atletico Madrid akan menjamu Barcelona di Stadion Metropolitano, Madrid, pada dini hari nanti dalam laga leg pertama semifinal Copa del Rey. Pertemuan kedua raksasa Spanyol ini diwarnai nuansa balas dendam, mengingat musim lalu Atletico tersingkir di tangan Barcelona pada tahap yang sama. Bagi Atletico yang sedang berjuang dengan konsistensi, laga ini menjadi kesempatan emas untuk tetap bersaing meraih gelar musim ini.
Luka Lama dan Motivasi Balas Dendam
Memori kekalahan di semifinal musim lalu tentu masih membekas di benak para pemain dan suporter Atletico Madrid. Saat itu, mereka tampil gemilang dengan menahan imbang Barcelona 4-4 di leg pertama, sebelum akhirnya takluk 0-1 di Camp Nou. Kekalahan itu terasa pahit, terutama karena Barcelona kemudian berhasil mengangkat trofi Copa del Rey.
Jalur menuju semifinal musim ini sebenarnya memberikan secercah harapan. Penampilan gemilang saat menghancurkan Real Betis 5-0 di perempat final menunjukkan potensi serangan mereka. Namun, momentum itu langsung terhenti oleh kekalahan 0-1 dari Barcelona di liga akhir pekan lalu, sebuah pengingat akan tantangan berat yang mereka hadapi.
Kondisi dan Tantangan Los Colchoneros
Statistik lima pertandingan terakhir yang hanya dihiasi dua kemenangan menggarisbawahi ketidakstabilan performa Atletico. Tertinggal jauh di papan atas La Liga, Copa del Rey kini tampak sebagai jalur paling realistis untuk meraih trofi musim ini. Tekanan untuk tampil maksimal di kandang sendiri di leg pertama pun semakin besar.
Pelatih Diego Simeone menyadari betul pentingnya momen ini. Dalam konferensi pers, ia menegaskan komitmennya untuk membangkitkan performa tim.
"Kami akan berupaya untuk memberikan lebih banyak kemampuan kepada tim," ujar Simeone.
Perhatian juga tertuju pada striker Julián Alvarez, yang ketajamannya agak meredup belakangan ini. Meski enggan berkomentar panjang, El Cholo tetap menyatakan kepercayaannya pada sang striker.
"Kami mempercayainya, dia pemain yang sangat penting, yang terbaik yang kami miliki. Semoga dia bisa memberi kami sesuatu sekarang di pertandingan-pertandingan penting," tegasnya.
Barcelona Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Berbeda dengan lawannya, Barcelona melangkah ke pertandingan ini dengan modal kepercayaan diri yang membumbung tinggi. Catatan enam kemenangan beruntun di semua kompetisi, dengan rata-rata mencetak minimal dua gol per pertandingan, menjadi bukti nyata kebangkitan mereka di bawah Hansi Flick.
Optimisme itu juga terpancar dari pemain muda mereka, Fermin Lopez.
"Kami memiliki tim yang bagus, kami adalah sebuah keluarga," ungkap Lopez.
Meski sempat bekerja keras mengalahkan Albacete di babak sebelumnya, pelatih Hansi Flick justru melihat sisi positif dari pertandingan ketat tersebut.
"Inilah pesannya. Itu pertandingan yang sulit. Kami memiliki banyak peluang. Kami berjuang hingga akhir, dan senang melihat sikap para pemain. Kami lolos ke semifinal, jadi kami senang," jelas Flick.
Catatan Cedera dan Kemungkinan Susunan Pemain
Kendati percaya diri, Barcelona harus berhadapan dengan daftar cedera yang cukup panjang. Andreas Christensen, Gavi, Pedri, dan Raphinha dipastikan absen, sementara Frenkie de Jong masih diragukan karena masalah pangkal paha. Situasi ini akan menguji kedalaman skuad Blaugrana.
Di sisi lain, Atletico Madrid sedikit lebih lega dengan kembalinya Marc Pubill dan Nicolas Gonzalez ke sesi latihan. Mereka berpeluang memperkuat tim, meski Johnny Cardoso dan Pablo Barrios masih harus menepi.
Berdasarkan kondisi terkini, berikut prakiraan susunan pemain yang mungkin diturunkan:
Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Llorente, Pubill, Hancko, Ruggeri; Simeone, Mendoza, Koke, Baena; Griezmann, Lookman.
Barcelona (4-3-3): Garcia; Martin, Garcia, Araujo, Cancelo; Bernal, Olmo, Lopez; Rashford, Torres, Yamal.
Artikel Terkait
Kuda Laut Nusantara Lolos ke Semifinal Futsal Nation Cup Usai Menang Adu Penalti
PSM Makassar Hadapi Ujian Krusial Lawan Dewa United di GBH
Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Gelombang PHK Pelatih Terus Melanda Liga Inggris
Ratchaburi FC Peringatkan Suporter Jelang Leg Kedua di Bandung Usai Insiden di Stadion