RATCHABURI - Pukulan telak harus diterima Persib Bandung di Thailand. Pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026, Rabu (11/2) malam WIB, Maung Bandung tumbang 0-3 dari Ratchaburi FC di kandang mereka sendiri. Suasana di Ratchaburi Stadium langsung meredup bagi para pendukung yang berharap.
Gol datang terlalu cepat. Baru lima menit laga berjalan, Pedro “Tana” Placeres sudah membobol gawang Persib. Gol awal itu, jujur saja, langsung mengacaukan rencana. Tim seperti kehilangan pijakan dan kesulitan menemukan ritme. Mereka tertekan, dan permainan jadi serba kacau.
Pelatih Bojan Hodak tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam pernyataan resminya keesokan harinya, Kamis (12/2/2026), ia blak-blakan mengakui timnya tampil buruk.
“Kami tidak memulai laga dengan baik dan sudah kebobolan dalam 10 menit pertama,” ujar Hodak.
Meski sempat bangkit dan menciptakan peluang, sayangnya penyelesaian akhir Persib benar-benar payah. Thom Haye dan kawan-kawan seolah kehilangan ketajaman di momen-momen krusial. Peluang emas datang, tapi selalu mentah di depan gawang.
Memasuki babak kedua, keadaan malah makin runyam. Kendali di lini tengah lepas. Ratchaburi, yang tampil lebih percaya diri, memanfaatkan betul situasi ini. Gabriel Mutombo Kupa menggandakan keunggulan di menit ke-53. Sebelum laga usai, Placeres kembali menghantam. Di menit ke-84, ia mencetak gol keduanya sekaligus mengunci kemenangan 3-0 untuk tuan rumah.
Kini, beban untuk bangkit terasa sangat berat. Kekalahan tiga gol tanpa balas jelas sebuah pukulan mental. Peluang melaju ke babak berikutnya terasa tipis, tapi bukan mustahil. Semua kini tertuju pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2) mendatang.
Hodak memilih untuk melihat ke depan. Daripada berlarut-larut, ia ingin fokus pada persiapan selama seminggu ke depan. Targetnya satu: perbaikan performa secara total.
“Sekarang kami perlu fokus selama tujuh hari ke depan untuk pertandingan berikutnya di Bandung. Saya berharap stadion akan tetap penuh seperti biasanya karena tidak mudah bermain di sana, dan pastinya performa kami harus lebih baik,” tegasnya.
Harapan besar tentu digantungkan pada dukungan penuh suporter di GBLA. Persib butuh keajaiban, sebuah kemenangan besar untuk membalikkan keadaan. Hasil di Thailand ini harus jadi alarm. Evaluasi menyeluruh mutlak diperlukan agar tragedi serupa tidak terulang di depan mata sendiri. Tantangannya besar, tapi semangat untuk bertarung sampai peluit akhir pasti masih ada.
Artikel Terkait
Nottingham Forest Pecat Sean Dyche, Gelombang PHK Pelatih Terus Melanda Liga Inggris
Atletico Madrid Hadapi Barcelona di Semifinal Copa del Rey, Nuansa Balas Dendam Mewarnai
Ratchaburi FC Peringatkan Suporter Jelang Leg Kedua di Bandung Usai Insiden di Stadion
Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa Amankan Poin Penting di Pekan ke-26 Premier League