Sebelum mengguncang Asia, dia lebih dulu membawa tim meraih juara Piala AFF Futsal 2024. Tak berhenti di situ, medali emas SEA Games Thailand 2025 juga berhasil dikantongi di bawah komandonya. Performa konsisten itulah yang jadi dasar FFI memberi kepercayaan jangka panjang.
Bagi Michael, laga final melawan Iran tadi makin mengukuhkan keyakinannya. Timnya tak gentar meski lawannya adalah kekuatan dominan. "Sekali lagi, saya sangat-sangat bangga," katanya dengan nada penuh semangat. "Saya melihat ini perjuangan bangsa Indonesia, semangat juangnya seperti ini. Tidak gentar katanya Iran dominan, dominasi, dan seterusnya, tapi kita buktikan kita bisa melawan mereka."
Dia menambahkan, "Ini adalah semangat futsal, semangat Indonesia, yang kita terus akan sebarkan."
FFI berpandangan, kunci untuk mempertahankan performa ciamik ini adalah kesinambungan. Mempertahankan Souto hingga Piala Dunia 2028 diharapkan bisa memberikan stabilitas yang dibutuhkan. Fondasi tim sudah terbangun dengan baik. Kini, tinggal melanjutkan dan menyempurnakannya.
Jadi, runner up Piala Asia ini bukanlah garis akhir. Justru, ia dipandang sebagai titik tolak yang solid. Sebuah batu pijakan untuk melompat lebih tinggi lagi dalam peta perjalanan futsal Indonesia di kancah yang lebih luas. Optimisme itu kini terasa menggumpal, dan Hector Souto akan tetap menjadi nahkodanya.
Artikel Terkait
Mercedes Incar Hattrick, Ferrari Siap Gagalkan Dominasi di F1 GP Jepang 2026
PSS Sleman Jaga Momentum Usai Libur, Siap Hadapi Kendal Tornado
Veda Ega Pratama Perkuat Julukan Baby Alien Usai Catat Lap Tercepat di Moto3 Brasil
Persebaya Evaluasi Lini Belakang, Rekrut Kiper Baru Jadi Opsi