MURIANETWORK.COM - Persija Jakarta telah menyelesaikan perombakan skuadnya secara besar-besaran pada bursa transfer paruh musim, mengukuhkan diri sebagai pesaing utama Persib Bandung dalam perebutan gelar Super League 2025/2026. Dengan mendatangkan tujuh pemain baru dan melepas sepuluh pemain, manajemen Macan Kemayoran menunjukkan ambisi tinggi untuk memperbaiki performa di putaran kedua kompetisi.
Komposisi Tim yang Dimatangkan
Setelah jendela transfer ditutup, komposisi tim Persija terlihat jauh lebih matang dan berimbang. Langkah agresif manajemen tidak hanya menambah jumlah pemain, tetapi secara spesifik menutupi kelemahan yang tampak pada putaran pertama. Hasilnya adalah sebuah skuad dengan kedalaman yang mengesankan di hampir semua posisi.
Perombakan ini melibatkan kombinasi pemain lokal berpengalaman dan talenta asing berkualitas. Dari tujuh pendatang baru, empat di antaranya adalah pemain lokal berlabel bintang: Fathurrahman (bek kanan, eks Borneo FC), Shayne Pattynama (bek kiri, eks Bangkok United), Mauro Zijlstra (penyerang, eks FC Volendam), dan Cyrus Margono (kiper, eks KF Dukagjini).
Sementara untuk mengisi slot pemain asing, tiga nama kunci didatangkan. "Kami mendatangkan bek tengah Paulo Ricardo, gelandang kreatif Jean Mota, dan striker tajam Alaeddin Ajaraie yang didatangkan dengan status pinjaman," jelas juru bicara tim mengenai tambahan amunisi baru tersebut.
Pemain yang Dilepas untuk Keseimbangan
Di sisi lain, untuk mematuhi regulasi dan menjaga keseimbangan finansial serta komposisi tim, Persija resmi melepas sepuluh pemain. Beberapa pemain muda dipinjamkan untuk menambah jam terbang, seperti Figo Dennis dan Jehan Pahlevi ke PSS Sleman, serta Ilham Rio Fahmi dan Hansamu Yama yang bergabung dengan Arema FC.
Beberapa pilar asing dari putaran pertama, termasuk Gustavo Franca, Alan Cardoso, dan Ryo Matsumura, juga dipastikan tidak lagi membela Macan Kemayoran untuk sisa musim ini. Keputusan ini menandai transisi menuju formasi tim yang baru sama sekali.
Dominasi Gaya Brasil di Skuad
Salah satu ciri khas paling mencolok dari skuad final Persija adalah dominasi pemain asal Brasil. Dari kesebelas slot pemain asing yang tersedia, sepuluh di antaranya merupakan talenta dari Negeri Samba. Hanya Alaeddine Ajaraie yang menjadi satu-satunya pemain asing non-Brasil.
Komposisi ini bukanlah sebuah kebetulan. Dominasi tersebut mengindikasikan arah taktis yang jelas dari pelatih Mauricio Souza, yaitu mengusung gaya permainan berbasis penguasaan bola, teknik individu, dan kreativitas ala sepak bola Brasil. Hal ini menjadi sinyal bahwa Persija akan tampil dengan identitas yang lebih terlihat di putaran kedua.
Analisis Peningkatan di Setiap Lini
Lantas, apa yang membuat Persija pasca-transfer dinilai sangat berbahaya? Jawabannya terletak pada peningkatan kualitas yang signifikan dan spesifik di setiap sektor, yang membuat kedalaman skuadnya kini setara, bahkan mungkin melampaui, rival utama mereka.
Di lini pertahanan, hadirnya Shayne Pattynama dan Cyrus Margono yang punya pengalaman di Timnas dan Eropa, ditambah ketangguhan bek tengah Paulo Ricardo, melengkapi pilar seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat. Kombinasi ini menciptakan lini belakang yang tidak hanya solid bertahan, tetapi juga mampu memulai serangan dari bawah dengan percaya diri.
Dominasi pemain Brasil di lini tengah, dengan tambahan kreator seperti Jean Mota, menjanjikan stabilitas penguasaan bola yang lebih baik. Kolaborasi antara kemampuan teknis para gelandang asing dengan energi pemain lokal seperti Hanif Sjahbandi diprediksi akan membuat aliran serangan Persija lebih dinamis dan sulit ditebak.
Ketajaman di lini depan juga diproyeksikan lebih merata. Kedatangan Alaeddin Ajaraie, yang merupakan pemain terbaik dan top skor di Liga India, bersama dengan Mauro Zijlstra, memberikan variasi serangan. Persija kini tidak lagi bergantung pada satu target man, tetapi memiliki beberapa opsi penyerang yang didukung oleh winger gesit seperti Witan Sulaeman.
Daftar Lengkap Skuad Persija
Penjaga Gawang: Carlos Eduardo (Brasil), Hafizh Rizkianur, Andritany Ardhiyasa, Cyrus Margono.
Bek Tengah: Rizky Ridho, Thales Lira (Brasil), Jordi Amat, Paulo Ricardo (Brasil), Baihaqi Rifai, Dia Syayid.
Bek Kanan: Fathurrahman, Bruno Tubarao (Brasil).
Bek Kiri: Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas.
Gelandang: Van Basty Sousa (Brasil), Hanif Sjahbandi, Aditya Warman, Fabio Calonego (Brasil), Jean Mota (Brasil).
Gelandang Serang: Rayhan Hannan.
Penyerang/Winger: Witan Sulaeman, Arlyansyah Abdulmanan, Allano Brendon (Brasil), Maxwell Souza (Brasil).
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Iran di Final Piala Asia 2026, Targetkan Sejarah Baru
Carrick Waspadai Ancaman Tottenham Meski MU Lagi Percaya Diri
Dhinda Amartya Pratiwi Bawa Harapan, Tekuk Korea di Semifinal Beregu Asia
Otoritas Liga Pro Saudi Tegaskan Prinsip Kemandirian Klub Menyusul Aksi Ronaldo