Kerupuk, pendamping makan yang sangat populer, juga masuk dalam daftar. Kandungan karbohidrat olahan dan lemak jenuhnya dinilai dapat mempercepat proses penuaan. Tidak hanya itu, kebiasaan menggunakan penyedap rasa buatan juga sebaiknya dikurangi.
Ia menganjurkan untuk kembali ke bumbu alami. "Ade Rai justru menyarankan agar masakan menggunakan bumbu yang alami, karena itu memiliki antioksidan tinggi," tuturnya.
Gula, Garam, dan Makanan Olahan
Konsumsi gula dan garam berlebih merupakan tantangan lain. Gula, meski dibutuhkan untuk energi, dapat mengganggu elastisitas kulit jika dikonsumsi berlebihan dalam bentuk olahan. Sementara itu, makanan asin yang cenderung berlebihan dalam masakan Indonesia dapat membuat kulit lebih rentan berkeriput.
Kelompok makanan olahan seperti nugget, sosis, dan mi instan juga mendapat sorotan. Selain praktis dan lezat, makanan-makanan ini seringkali tinggi pengawet, garam, dan lemak yang berdampak buruk bagi kesehatan organ dan kulit. Mi instan, yang kerap disebut sebagai makanan pokok kedua, menjadi contoh nyata meski dampaknya telah banyak diketahui.
Kesimpulan: Pola Makan Seimbang adalah Kunci
Pada intinya, Ade Rai mengingatkan untuk membatasi konsumsi junk food yang umumnya padat kalori namun minim gizi. Rekomendasinya bukanlah larangan mutlak, melainkan ajakan untuk lebih bijak memilih dan mengolah bahan makanan. Pendekatan ini menekankan pada pola makan seimbang dengan memperbanyak asupan alami, yang diyakini tidak hanya mendukung kesehatan internal tetapi juga membantu menjaga keremajaan kulit dari waktu ke waktu.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Tolak Tradisi Sampanye, Podium Moto3 Brasil Jadi Momen Bersejarah Indonesia
Juventus Serius Dekati Rudiger, Kontrak di Madrid Hampir Habis
Veda Ega Pratama Torehkan Sejarah, Podium Perdana Indonesia di MotoGP
Marco Bezzecchi Raih Kemenangan Dominan di MotoGP Brasil 2026