“Frets Butuan dan Abduh Lestaluhu dikabarkan menjadi amunisi baru Kabau Sirah di putaran kedua,” tulis akun pemerhati Semen Padang, @424_spfc.
Bidikan lain mengarah ke Bhayangkara FC. Firza Andika, eks PSM, masuk radar. Negosiasinya alot karena dia masih penting buat The Guardian. Tapi ada kabar baik dari Kasim Botan, eks PSIM Yogyakarta, yang disebut sudah setuju gabung dengan status bebas transfer.
Di lini depan, keputusan kontroversial diambil. Cornelius Stewart dilepas. Striker asing itu dinilai gagal, terutama setelah gagal mengeksekusi penalti krusial. Ironisnya, tak lama didepak, Stewart langsung dipinang Barito Putera.
Nama striker Argentina, Federico Anselmo, juga masuk radar. Katanya, ini rekomendasi langsung tim pelatih dan Direktur Teknik. Targetnya sederhana tapi brutal: cetak gol, dan cepat.
Manuver Semen Padang ini lebih dari sekadar perombakan skuat. Ini soal mengubah mentalitas. Kehadiran pemain berpengalaman seperti Frets dan Abduh menjawab masalah di putaran pertama: transisi lambat, suplai sayap payah, dan kurang greget di laga penting.
Tapi judi ini berisiko. Adaptasi instan jadi tantangan terbesar. Kompetisi terus berjalan, waktu untuk menyatu dengan filosofi pelatih Dejan Antonic hampir tidak ada.
PSM Makassar wajib waspada. Tim yang terdesak di zona degradasi seringkali paling berbahaya. Semen Padang datang ke Gelora BJ Habibie bukan untuk bertahan. Mereka ingin menyeret tuan rumah masuk ke pusaran bawah klasemen. Dan itu ancaman yang sangat nyata.
Artikel Terkait
Bernardo Tavares Hadapi Hantu Masa Lalu di GBT
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup