Momen itu jadi pembalik. Semangat mereka menyala, permainan terlihat lebih cair. Tujuh poin beruntun mereka kantongi, melesat ke angka 19-14. Akhirnya, gim kedua berhasil mereka bawa pulang 21-16, memaksa laga ke penentuan.
Sayangnya, momentum itu tak bertahan lama. Di gim penentu, justru pasangan China yang keluar lebih agresif. Lagi-lagi, Ana/Trias tertinggal di angka 2-8. Mereka berusaha mengejar, bahkan sempat mendekat hingga 10-11 usai interval. Napas penonton tertahan.
Tapi di titik kritis itu, Bao Li Jing/Li Yi Jing menunjukkan kualitasnya. Enam poin beruntun mereka susun, merenggangkan jarak menjadi 10-17. Upaya Ana dan Trias untuk bangkit kembali terlihat berat. Perlawanan mereka akhirnya berhenti di angka 15-21.
Perjalanan mereka di Thailand Masters terhenti di semifinal. Kekalahan ini tentu pahit, tapi pertunjukan semangat di gim kedua setidaknya meninggalkan kesan. Mereka berjuang, meski lawan hari itu memang lebih baik.
Artikel Terkait
Arteta Puas, Chelsea Lolos ke Perempat Final Liga Champions
Arbeloa: Kemenangan atas Man City di Etihad Pencapaian yang Sulit dan Melegakan
Chelsea Tumbang Telak dari PSG, Mimpi Liga Champions Pupus
Marc Marquez Tegaskan Belum Ada Rencana Pensiun, Fokus ke Kompetisi