Chelsea Terancam Diasingkan dari Stamford Bridge di Liga Champions

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:00 WIB
Chelsea Terancam Diasingkan dari Stamford Bridge di Liga Champions

LONDON Kemenangan dramatis Chelsea atas Napoli seharusnya jadi momen bahagia. Stamford Bridge seharusnya riuh. Tapi, euforia itu kini tertutup awan gelap: ancaman untuk tidak bisa bermain di rumah sendiri di Liga Champions.

Masalahnya datang dari regulasi UEFA soal bentrokan jadwal di satu kota. Chelsea, Arsenal, dan Tottenham sama-sama lolos ke 16 besar. Jadwalnya pun berbarengan, 17 dan 18 Maret 2026. Nah, di sinilah keributannya dimulai.

UEFA punya aturan ketat. Mereka melarang dua pertandingan besar digelar di kota yang sama atau dalam radius 30 mil pada malam yang berdekatan. Alasannya keamanan. Polisi Metropolitan London dikhawatirkan kewalahan mengawasi ribuan suporter yang memadati jalanan dalam waktu bersamaan.

Lalu, kenapa Chelsea yang jadi korban?

Di sisi lain, UEFA punya sistem prioritas. Saat terjadi 'city clash' seperti ini, klub dengan posisi liga domestik tertinggilah yang dapat hak main di kandang. Sayangnya untuk The Blues, posisi mereka di klasemen Premier League kalah dari dua rival sekotanya.

Arsenal ada di puncak. Tottenham di posisi empat.

Karena status itu, Arsenal dan Spurs diprioritaskan untuk tetap di markas mereka. Chelsea? Mereka harus mundur dan mencari jalan lain. Ironis, klub yang baru saja menunjukkan taring di Eropa ini justru terancam diusir dari rumahnya sendiri.

Jadi, apa yang bisa dilakukan Chelsea?

Manajemen klub tentu tidak tinggal diam. Beberapa opsi sedang dikerjakan. Opsi pertama, mengajukan pertukaran status kandang-tandang dengan lawannya agar jadwal tidak bentrok. Tapi ini butuh persetujuan banyak pihak.

Bisa juga dengan menggeser laga ke hari Kamis. Namun, opsi ini dianggap sulit. Jadwal TV yang sudah terjual membuat segalanya menjadi kaku.

Jika kedua cara itu mentok, Chelsea akan coba bernegosiasi langsung dengan pihak kepolisian. Mereka harus meyakinkan bahwa keamanan beberapa laga sekaligus di London masih bisa ditangani. Tapi, menurut sejumlah saksi, peluang ini kecil.

Dampaknya bukan main-main.

Kehilangan Stamford Bridge di fase knockout bukan cuma soal administrasi. Ini tamparan psikologis. Atmosfer mencekam di sana sering jadi 'pemain ke-12' yang menguntungkan Chelsea. Bermain di stadion netral akan menghilangkan keuntungan besar itu.

Belum lagi kerugian finansial dan operasional. Mengatur ulang segalanya dalam waktu singkat bakal merepotkan. Para pemegang tiket musiman juga pasti kecewa berat.

Regulasinya adil? Banyak yang meragukan.

Situasi ini menyoroti kelemahan aturan UEFA. Menggunakan peringkat liga sebagai satu-satunya penentu terasa tidak adil. Seolah klub yang sedang berjuang di domestik tapi jago di Eropa harus dihukum.

Jika semua upaya gagal, Chelsea harus siap. Mereka akan menjalani laga "kandang" di tanah netral. Sebuah skenario yang pasti memengaruhi mental para pemain di lapangan.

Pesta kemenangan atas Napoli ternyata belum usai. Tantangan berikutnya justru datang dari meja regulasi, bukan dari lawan di lapangan hijau.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler