PSM Makassar Sambut Bomber Baru, FIFA Justru Hantam dengan Sanksi Larangan Transfer

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:00 WIB
PSM Makassar Sambut Bomber Baru, FIFA Justru Hantam dengan Sanksi Larangan Transfer

Nasib yang berbeda justru menimpa Dusan Lagator. Padahal, kabarnya pemain asal Montenegro itu akan segera diumumkan sebagai bagian dari skuad. Tapi sayang, namanya belum sempat masuk ke sistem liga sebelum sanksi FIFA turun.

Kondisi ini membuat posisi Lagator sangat rentan. Selama larangan transfer belum dicabut, PSM tak bisa mendaftarkan pemain baru meski kontraknya mungkin sudah ditandatangani. Intinya, dia terancam hanya jadi penonton sampai persoalan administratif klub dengan FIFA beres.

Di sisi lain, hilangnya Abu Kamara makin memperkeruh suasana.

Misteri Kamara dan Konflik Internal

Ke mana perginya Abu Kamara? Itu pertanyaan besar yang belum terjawab. Ada rumor dia sudah hengkang, tapi tak ada kejelasan resmi soal status kontraknya. Situasi ini makin memperkuat dugaan bahwa konflik internal terkait hak-hak pemain belum benar-benar tuntas. Dan ujung-ujungnya, ya sanksi FIFA ini.

Pelatih Tomas Trucha pun tampaknya tak punya informasi yang jelas. Saat ditanya, jawabannya singkat dan penuh ketidakpastian.

“Kami menunggu keputusan dari Abu Kamara dan manajemen,” ujar Trucha.

Pernyataan itu seperti cermin dari situasi yang sebenarnya: bahkan di level pelatih, keadaan masih sangat abu-abu. Tidak ada kepastian.

Di Persimpangan Krisis

Apa yang terjadi sekarang menegaskan satu hal: krisis PSM bukan cuma soal permainan buruk di lapangan. Lebih dalam dari itu, ini soal tata kelola dan komitmen menunaikan kewajiban. Di saat tim seharusnya fokus bangkit di putaran kedua, mereka malah harus berjibaku lagi dengan masalah administrasi yang berulang.

Alih-alih memikirkan strategi melawan Semen Padang, energi kembali terkuras untuk urusan di luar lapangan. Prahara belum usai.

Luka Cumic yang diharapkan jadi simbol kebangkitan justru datang di tengah badai. Sementara Dusan Lagator, nasibnya masih menggantung, terjebak dalam ruang tunggu yang penuh ketidakpastian. Jalan panjang masih menanti Juku Eja.


Halaman:

Komentar