"Bayangkan, menjadi pelatih pertama, tim pertama, orang-orang pertama yang berhasil lolos ke Piala Dunia dengan 280 juta orang di belakang anda. Itu gila," sambung Herdman, penuh semangat.
Namun begitu, ia juga seorang realis. Di balik target jauh ke depan itu, langkah awal kepelatihannya justru dipadati oleh sederet agenda kompetisi yang tak kalah penting. Fokusnya sekarang terpecah untuk mempersiapkan tim menghadapi beberapa turnamen internasional dalam waktu dekat.
Pertama, ada FIFA Series yang digelar Maret mendatang. Indonesia akan berperan sebagai tuan rumah, dan dijadwalkan berhadapan dengan Bulgaria, Kepulauan Solomon, serta Saint Kitts dan Nevis. Setelah itu, perhatian akan beralih ke Piala AFF pada Juli-Agustus 2026. Turnamen regional ini jelas jadi ajang penting bagi Herdman untuk mulai membangun fondasi dan identitas timnya.
Dan tentu saja, Piala Asia 2027 juga sudah menanti di sudut pandang. Rangkaian ajang kompetitif inilah yang akan menjadi batu ujian sekaligus anak tangga menuju proyek besarnya: Piala Dunia 2030. Jalan masih panjang, tapi Herdman sudah memulai langkah pertamanya.
Artikel Terkait
Februari Penuh Dendam: Persebaya Hadapi Mantan di Lima Laga Penentu
Valentino Rossi Joyride di Mandalika, Ternyata Sinyal untuk Masa Depan Balap Indonesia
Raymond/Joaquin Amankan Tiket Final, Gelar Ganda Putra Thailand Masters Pasti ke Indonesia
Anfield Bergemuruh, Liverpool dan Newcastle Berebut Tiket Liga Champions