Lalu yang ketiga, klub dianggap abai terhadap regulasi keselamatan dan pengamanan secara keseluruhan. Baik di dalam stadion maupun area sekitarnya, ketertiban dan keamanan dinilai tak terjaga dengan baik.
Nah, rangkaian pelanggaran itulah yang membuat Persib kena pasal. AFC menjatuhkan denda yang harus dibayar paling lambat 30 hari sejak keputusan dikirim.
Kalau dihitung-hitung, beban Persib ternyata makin berat. Mereka sudah lebih dulu kena denda Rp300 juta di kompetisi Super League domestik musim ini. Gabungkan dengan sanksi AFC, totalnya nyaris Rp1 miliar tepatnya Rp803,7 juta. Angka yang fantastis, dan untuk sementara jadi yang tertinggi di antara klub elite.
Sebagai pembanding, PSM Makassar yang sering jadi bulan-bulanan soal denda, “baru” mengumpulkan Rp530 juta. Lalu ada Persebaya Surabaya di angka Rp505 juta, dan Persija Jakarta Rp494 juta. Jadi, posisi puncak sekarang dipegang Maung Bandung.
Ini jelas jadi alarm keras. Bukan cuma urusan duit yang terkuras, tapi juga citra. Di level Asia, reputasi profesionalisme klub Indonesia kembali dipertanyakan. Persib sekarang ada di puncak, tapi ini bukan tabel klasemen yang diidamkan. Mereka memimpin daftar klub dengan denda terbesar sebuah rekor yang pasti tak ingin dipertahankan.
Artikel Terkait
YOSS Tuntut Janji Pemprov Soal Nasib Mattoanging yang Terbengkalai
Osamanmusa Hancurkan Kuwait, Thailand Kirim Peringatan Keras di Piala Asia Futsal
PSM Makassar Datangkan Bomber Serbia, Luka Cumic Pakai Nomor Misterius 99
Yazukee: Kisah Runner Up Dunia yang Lahir dari Kamar Sederhana di Bone