Rencana PSM Makassar mendatangkan Gervane Kastaneer pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 akhirnya buyar. Sang penyerang, yang sebelumnya dikabarkan menjalin komunikasi cukup intens dengan manajemen Juku Eja, ternyata memilih jalan lain. Tujuannya? Liga Malaysia.
Spekulasi yang berkembang beberapa pekan terakhir pun pupus. Alih-alih ke Makassar, Kastaneer justru resmi mengikatkan diri dengan Terengganu FC. Kepastian ini langsung memutus semua rumor yang beredar.
Menariknya, proses kepindahan ini melibatkan sosok agen Razeen Khalid. Nah, agen yang satu ini juga dikenal sebagai perwakilan dari pelatih PSM, Tomas Trucha. Meski ada koneksi itu, pihak PSM sendiri masih tutup mulut. Tak ada penjelasan resmi soal detail negosiasi yang sempat mereka lakukan.
Terengganu FC sendiri tak menunggu lama untuk mengumumkan perekrutan ini. Mereka langsung memposting sambutan di akun Instagram resmi klub pada Selasa (27/1/2026).
“Welcome Gervane Kastaneer,” begitu bunyi unggahan singkat mereka.
Dari informasi yang beredar, Kastaneer didatangkan dengan status bebas transfer. Dia baru saja mengakhiri kontraknya dengan Persis Solo. Jadi, bagi Terengganu, ini adalah perburuan yang cukup cerdas mendapatkan pemain berpengalaman tanpa perlu merogoh kocek untuk biaya transfer.
Sebelum kepastian ini, rumor soal minat PSM terhadap Kastaneer memang terasa kuat. Namanya masuk dalam radar manajemen sebagai salah satu kandidat untuk mengisi lini depan di putaran kedua nanti.
Bahkan, posisinya sempat dikaitkan sebagai pengganti Abu Kamara, yang kabarnya akan hengkang dari PSM.
“RUMOR: Gervane Kastaneer (CF/29) dikabarkan menjadi salah satu kandidat pemain asing PSM Makassar sebagai pengganti pemain yang disebut-sebut akan hengkang,” tulis sebuah akun pengamat sepak bola nasional.
Spekulasi itu terdengar masuk akal. Soalnya, PSM memang sedang getol mencari penyerang asing baru. Performa lini depan yang naik-turun membuat mereka butuh sosok yang bisa diandalkan untuk menyelesaikan masalah finishing.
Tapi, pada akhirnya, semua itu hanya jadi wacana. Kastaneer memilih tawaran dari Terengganu FC, klub yang memang dikenal agresif dalam merekrut pemain asing dan sedang bersaing ketat di Liga Super Malaysia.
Bagi Terengganu, kedatangan Kastaneer tentu diharapkan bisa memberi warna baru di lini serang. Pengalamannya bermain di Liga 1 Indonesia bersama Persis Solo dianggap sebagai nilai plus. Setidaknya, dia sudah cukup paham dengan atmosfer sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Lalu, bagaimana dengan PSM? Kegagalan ini jelas membuat misi pencarian striker asing mereka belum usai. Manajemen Juku Eja diprediksi masih akan sibuk memutar otak dan mencari nama lain di sisa bursa transfer ini. Mereka butuh sosok yang tepat, dan waktu tak banyak.
Dengan kepastian ini, semua teka-teki terjawab sudah. Rumor panjang Kastaneer ke PSM resmi berakhir. Kini, Terengganu FC menjadi pelabuhan baru bagi penyerang berusia 29 tahun asal Curaçao itu.
Artikel Terkait
Persebaya Hajar Arema 4-0, Strategi Serangan Balik Bernardo Tavares Kembali Terbukti Efektif
PSG Hajar Bayern 5-4 di Leg Pertama Semifinal Liga Champions
Prancis Kalahkan Indonesia 4-1, untuk Pertama Kalinya Tim Merah Putih Gagal Lolos dari Fase Grup Piala Thomas
Herdman Coret Empat Pemain Andalan Shin Tae-yong dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026