Persija Jakarta lagi-lagi diguncang masalah. Kali ini, krisis terjadi di lini tengah, persis ketika persiapan untuk putaran kedua Super League 2025/2026 sedang memanas. Macan Kemayoran seperti kehilangan taringnya di area sentral lapangan, dan situasi ini bikin manajemen harus berpikir cepat.
Penyebabnya sederhana tapi berdampak besar: absennya pemain-pemain kunci. Hanif Sjahbandi, Van Basty Sousa, dan Fabio Calonego, nama-nama yang biasanya jadi penggerak, harus menepi. Mauricio Souza pun kelimpungan. Dia kekurangan opsi untuk menjaga ritme permainan, antara bertahan dan menyerang. Hasilnya? Performa tim jadi tak menentu dalam beberapa laga terakhir.
Nah, di tengah situasi genting ini, satu nama lama kembali mencuat: Ricky Kambuaya. Ya, gelandang Timnas Indonesia itu lagi-lagi dikaitkan dengan ibu kota. Isunya bukan hal baru, tapi kali ini rasanya lebih serius. Bursa transfer paruh musim sudah dibuka, dan Persija butuh solusi yang bisa langsung main.
Menurut sejumlah saksi, rumor ini bukan isapan jempol belaka. Seorang pemerhati transfer sepak bola nasional, Velv Fabol, bahkan mengonfirmasi ketertarikan itu.
"Jelang bursa transfer musim dingin, Persija Jakarta dikabarkan tertarik merekrut Ricky Kambuaya untuk memperkuat putaran kedua," tulisnya.
Logis sih. Karakter permainan Kambuaya yang dinamis dan agresif sepertinya cocok untuk mengisi kekosongan yang ada. Manajemen Persija dituntut bergerak cepat kalau tak ingin tertinggal di papan atas klasemen.
Yang menarik, sinyal justru datang dari sang pemain sendiri. Ricky Kambuaya sepertinya memberi kode terbuka. Sabtu lalu, di unggahan Rizky Ridho yang merayakan kemenangan Persija, Kambuaya meninggalkan komentar berupa rangkaian emoji: jari telunjuk, api, dan dua tangan. Banyak yang menafsirkan itu sebagai bentuk ketertarikan.
Artikel Terkait
Maarten Paes Pilih Ajax, Peluang Sejarah Liga Champions Terbuka
PSM Makassar Incar Bek Montenegro untuk Atasi Kebocoran di Lini Belakang
Kedatangan Lagator dan Masa Depan Yuran: PSM di Persimpangan Kapten
Shayne Pattynama Bantah Tudingan Pensiun Dini di Persija