Dia didatangkan dari Liga India. Proyeksinya jelas: langsung jadi tulang punggung pertahanan. Bukan sekadar pelapis, tapi diharapkan membawa stabilitas dan kepemimpinan di barisan belakang.
Di sisi lain, kehadirannya juga seperti sinyal keras dari manajemen. Performa lini pertahanan saat ini dinilai tak memadai, apalagi setelah PSM menelan lima kekalahan beruntun.
Dalam rentetan hasil buruk itu, sorotan utama jatuh ke Yuran Fernandes. Kesalahan individu, miskomunikasi, kegagalan membaca situasi semua berulang. Sejak diambil alih Tomas Trucha, bukannya stabil, pertahanan malah makin rapuh dan gampang dibobol.
Jadi, kedatangan bek tengah baru bukan lagi sekadar opsi. Ini kebutuhan mendesak.
Dan kalau Lagator datang dengan label termahal, persaingan di jantung pertahanan masuk babak baru. Status kapten dan reputasi lama tak jadi jaminan lagi untuk dapat tempat utama.
Bursa transfer putaran kedua ini perlahan memperlihatkan arah PSM. Setelah urus lini depan dengan Cumic, kini giliran sektor paling bermasalah: pertahanan.
Dusan Lagator, dengan harga Rp7,82 miliar, bukan cuma rekrutan asing biasa. Dia adalah simbol perubahan. Sinyal bahwa PSM tak mau lagi menunggu, tapi mulai bertindak tegas untuk keluar dari krisis.
Kalau resmi diperkenalkan, dia bukan cuma geser Yuran di daftar termahal. Lagator berpotensi mengubah wajah, juga hierarki, lini belakang Pasukan Ramang sepenuhnya.
Artikel Terkait
Arteta Gelar Rapat Darurat, Arsenal Siap Tempur Empat Kompetisi
Arteta Panggil Pemain Usai Kekalahan: Ini Momen Kita, Mari Nikmati
Bruno Paraiba, Debut Manis yang Belum Sepenuhnya Fit
Rumor ke Persib Pupus, Maarten Paes Dipastikan Hijrah ke Ajax Amsterdam