PSM Tumbang Lagi, Penderitaan Tak Kunjung Usai
Jepara, Sabtu malam, 24 Januari 2026
Lima. Itulah angka yang kini menghantui ruang ganti PSM Makassar. Lima kekalahan beruntun. Memasuki putaran kedua kompetisi, harapan untuk mengubah nasib seketika pupus. Di Stadion Gelora Bumi Kartini yang ramai, Pasukan Ramang kembali pulang dengan kekalahan, kali ini dari tuan rumah Persijap Jepara dengan skor telak 0-2.
Suasana di tribun penuh gelora sejak awal. Kedua tim memang tak mau bermain aman. Tapi siapa sangka, PSM justru kebobolan dengan cepat sekali. Baru empat menit laga berjalan, situasi kacau di kotak penalti mereka berakhir tragis. Sapuan Victor Luiz malah membentur Akbar Tanjung, kiper Reza Arya cuma bisa menepis, dan Carlos França dengan cekatan menyambar bola liar. 1-0 untuk Persijap.
Gol cepat itu seperti tamparan. PSM terlihat limbung. Beberapa menit kemudian, Alexis Gómez nyaris menggandakan keunggulan, hanya mistar gawang yang menyelamatkan. Tekanan dari lini serang Persijap terus mengalir, memaksa pertahanan Juku Eja bekerja ekstra keras sepanjang babak pertama.
Mereka mencoba bangkit. Beberapa umpan silang dari Victor Dethan dari sayap kanan mulai menciptakan kecemasan, sayangnya Jacques Medina dan Alex Tanque belum bisa menyelesaikannya dengan baik. Lalu ada momen kontroversial di menit ke-39. Yuran Fernandes menjatuhkan Iker Guarrotxena yang sudah lolos. Wasit awalnya mengangkat kartu merah, tapi setelah berkonsultasi dengan VAR, keputusan itu dibatalkan. Napas lega bagi pemain bertahan asal Tanjung Verde itu.
Hingga istirahat, skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tak tergoyahkan.
Babak kedua dibuka dengan pergantian pemain. Daisuke Sakai masuk, menggantikan Victor Dethan. PSM langsung menekan. Sundulan Alex Tanque dan tembakan Rizky Eka Pratama menguji kiper Moch. Sendri Johansah, yang malam itu tampil sangat solid.
Namun begitu, saat mereka sedang asyik menyerang, malapetaka justru datang. Menit ke-61, sebuah momen konyol di area pertahanan sendiri. Yuran Fernandes terlihat ragu menahan umpan silang, seolah menunggu Reza Arya keluar. Wahyudi Hamisi tak menyia-nyiakan kesempatan, menekan dan merebut bola. Bola muntah ke kaki Iker Guarrotxena. Striker asal Spanyol itu, dengan tenang yang mengesankan, menuntaskannya. Gol pertamanya di Liga Super sekaligus menjadi pukulan pamungkas.
2-0. Semangat PSM seakan langsung terkuras.
Mereka masih mencoba. Beberapa bola mati dan umpan silang masih dicoba, tapi penyelesaian akhirnya payah. Tak ada lagi gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang. Kekalahan lagi. Sudah jadi cerita yang terlalu sering didengar belakangan ini.
Kekalahan ini bukan sekadar angka. Ini adalah kelanjutan dari tren mengerikan yang menenggelamkan mereka di dasar klasemen. Tekanan pada pelatih Tomas Trucha kini semakin besar, bagai gunung es yang siap runtuh. Alih-alih menjadi titik balik, putaran kedua justru dibuka dengan catatan yang semakin suram. Pertanyaan besar kini menggantung: kapan penderitaan ini akan berakhir?
Artikel Terkait
Persija Jamu Persis Solo demi Asa Juara, Laskar Sambernyawa Berjuang Hindari Degradasi
PSM Makassar Waspadai Gempuran Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi
Veda Ega Pratama Finis Keenam di Moto3 Jerez, Tunjukkan Kematangan dan Progres di Atas Rival
Real Madrid Segera Aktifkan Klausul €9 Juta untuk Tebus Nico Paz dari Como