Bernabéu bergemuruh, tapi bukan dengan sorak-sorai. Di tengah kemenangan Madrid atas Levante akhir pekan lalu, justru siulan dan cemoohan yang memenuhi stadion. Dan dari semua nama, Vinicius Junior lah yang paling kerap jadi sasaran.
Penyerang Brasil itu jelas tak nyaman. Beberapa hari kemudian, usai tampil gemilang dengan kontribusi empat gol dalam kemenangan 6-0 atas Monaco di Liga Champions, Vinicius membuka suara. Ia mengaku melewati hari-hari yang “sangat berat”.
“Saya selalu jadi sorotan, dan saya nggak mau di posisi itu karena hal-hal di luar lapangan,” ujarnya dengan nada kesal.
“Saya ingin diingat karena apa yang saya lakukan di dalam lapangan. Untuk semua yang sudah saya berikan ke klub ini.”
Reaksi pun berdatangan. Jude Bellingham menjawab kritik dengan selebrasi yang penuh pesan. Sementara itu, Kylian Mbappé dengan lantang membela rekan setimnya. Bagi Mbappé, masalahnya bukan pada fans yang menyuarakan kekecewaan itu hal wajar. Tapi, menunjuk satu pemain sebagai kambing hitam? Itu yang salah.
“Kalau mau mencemooh, cemooh seluruh skuad. Jangan fokus ke satu orang saja,” tegas striker Prancis itu.
“Kami memang bermain buruk sebagai tim. Dan kami punya karakter untuk memperbaikinya di lapangan.”
Lalu ada Toni Kroos. Gelandang asal Jerman itu punya pandangan yang jauh lebih ekstrem, bahkan terkesan tak biasa. Menurutnya, justru kritikan pedas itu adalah semacam pengakuan terselubung atas status seorang pemain.
“Mereka jarang mengkritik pemain yang ‘kecil’,” kata Kroos dalam podcast-nya, Einfach mal Luppen.
Artikel Terkait
Manchester City Vs Liverpool Jadi Duel Utama Perempat Final Piala FA
Sponsor dan Basis Suporter Jadi Tulang Punggung Finansial Persib
Debut Imran Nahumarury Sukses, Semen Padang Kalahkan PSBS Biak 2-0
Persebaya Dipecundangi Borneo 1-5, Lini Depan Jadi Sorotan