Sabtu nanti (24/1), Stadion Gelora Bumi Kartini di Jepara bakal jadi ajang ujian berat buat PSM Makassar. Mereka akan menghadapi Persijap Jepara pada laga pekan ke-18 Super League 2025/2026. Yang jadi masalah, tim asuhan Tomas Trucha itu datang tanpa amunisi baru sama sekali. Laga ini kick-off pukul 19.00 WIB.
Di sisi lain, situasi di kubu tuan rumah justru berbeda 180 derajat. Sementara PSM terkesan lamban di bursa transfer, Persijap malah datang dengan senjata baru yang cukup mencolok. Mereka baru saja mendatangkan seorang striker berpengalaman yang pernah main di La Liga Spanyol.
Jadi, bisa dibilang Pasukan Ramang akan benar-benar mengandalkan kolektivitas dan mental bertanding yang ada. Mereka dipastikan belum bisa menurunkan pemain asing anyar. Tantangannya? Menghadapi Laskar Kalinyamat yang sedang gencar melakukan perombakan.
Nah, mesin gol anyar Persijap itu bernama Iker Guarrotxena. Pemain berusia 33 tahun ini langsung diplot sebagai ujung tombak utama untuk putaran kedua kompetisi. Namanya mungkin tak terlalu familiar di telinga fans Indonesia, tapi riwayat kariernya cukup mentereng.
Guarrotxena ini produk akademi Athletic Club Bilbao, lho. Bahkan dia sempat menembus skuad utama klub Basque itu di tahun 2014. Setelah itu, petualangannya di Eropa cukup panjang. Dia pernah membela CD Mirandés, Cultural Leonesa, dan Real Murcia di Spanyol. Tak cuma itu, dia juga punya pengalaman di Polandia (Pogoń Szczecin) dan Yunani (Volos NPS).
Yang menarik, sebelum mendarat di Jepara, Guarrotxena sudah lebih dulu mencicipi sepak bola Asia. Dia tampil impresif bersama FC Goa dan Mumbai City FC di Liga India. Pengalaman di benua ini tentu jadi nilai plus, membuatnya diharapkan bisa langsung memberi dampak.
Dengan kedatangan Guarrotxena, kuota pemain asing Persijap untuk jendela transfer Januari pun sudah komplet. Dia menyusul tiga rekan asing lainnya: Borja Herrera, Aly Ndom, dan Jose Luis Espinosa Arroyo.
Jelas sekali ambisi Persijap. Sebagai tim promosi, mereka tak mau cuma jadi penghias klasemen. Mereka ingin menjauh dari zona degradasi dan bersaing. Nah, situasi ini justru jadi tekanan tambahan untuk PSM. Momentum di awal putaran kedua ini krusial, dan mereka dituntut segera cari solusi dari dalam skuad, mengingat pergerakan transfer yang nyaris tak ada.
Laga di Kartini nanti, karena itu, bakal lebih dari sekadar tiga poin. Ini soal mental dan strategi menghadapi ketimpangan persiapan.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman