Tapi Inter bukan tim sembarangan. Mereka merespons dengan cepat. Delapan menit berselang, situasi serupa terjadi di kotak penalti Arsenal. Petar Sucic, yang berdiri di posisi tepat, tak menyia-nyiakan rebound dan menyodok bola masuk. 1-1.
Namun begitu, Arsenal tak kehilangan kendali. Mereka terus menciptakan peluang, dan pada menit ke-31, Jesus kembali menjadi algojo. Umpan tajam Leandro Trossard dari sisi kiri diselesaikannya dengan sentuhan pertama. Gol! 2-1 untuk Arsenal, dan skor itu bertahan hingga jeda.
Babak kedua berjalan dengan tempo yang sedikit lebih tertahan. Arsenal masih menguasai alur permainan. Eberechi Eze dan Trossard sendiri beberapa kali mengancam, tapi belum berhasil menambah gol. Inter sesekali membalas, seperti melalui Francesco Pio Esposito, tapi upaya mereka mudah ditangani.
Gol penutup baru datang di penghujung laga. Menit ke-84, Viktor Gyokeres melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola melesat deras ke sudut gawang, mengoyak jala Inter Milan sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Arsenal.
Pesta Arsenal, Masalah untuk Inter
Sampai peluit panjang berbunyi, Arsenal tetap tim yang lebih solid dan efektif. Skor 3-1 benar-benar menggambarkan jalannya pertandingan. Mereka bukan cuma menang, tapi juga mengirim pesan tegas kepada semua calon lawan di babak knockout nanti.
Jadi, beginilah situasinya sekarang. Arsenal melenggang ke 16 besar dengan status juara grup dan catatan sempurna. Kepercayaan diri mereka pasti sedang di puncak. Sementara itu, Inter Milan harus merapatkan barisan. Laga terakhir nanti adalah final bagi mereka demi menyelamatkan musim di Liga Champions.
Artikel Terkait
Mantan Bintang PSG, Layvin Kurzawa, Segera Mendarat di Bandung
Madrid Siap Guncang Pasar dengan Tawaran Rp3,5 Triliun untuk Olise
Rumor Milos Pantofik Panaskan Bursa Transfer, Persija dan Persebaya Berebut?
Ter Stegen Tinggalkan Barcelona, Girona Jadi Pelabuhan Sementara