Balas Dendam Korea Selatan Siap Uji Nyali Garuda Futsal di Indonesia Arena

- Selasa, 20 Januari 2026 | 19:20 WIB
Balas Dendam Korea Selatan Siap Uji Nyali Garuda Futsal di Indonesia Arena

JAKARTA – Laga panas sudah menanti di Indonesia Arena. Timnas Futsal Indonesia bakal berjibaku melawan Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026 nanti. Bukan cuma sekadar pertandingan grup biasa, duel di Grup A ini diwarnai tensi tinggi dan ambisi balas dendam yang menyala-nyala dari kubu Taegeuk Warriors.

Ya, Korea Selatan datang dengan tekad membara. Mereka masih kesakitan mengingat dua kekalahan telak dari Garuda dalam beberapa tahun terakhir. Itu jadi motivasi utama mereka.

Di sisi lain, kepercayaan diri skuad Indonesia juga sedang bagus-bagusnya. Catatan pertemuan lima tahun belakangan memang berbicara: Garuda selalu unggul. Tapi, waspada. Lawan yang satu ini bukan tim sembarangan. Mereka punya sejarah sebagai runner-up Asia dan kini menunjukkan sinyal kebangkitan yang serius. Wajah mereka di turnamen kali ini dikabarkan berbeda, lebih fresh dan berbahaya.

Strategi Anyar dan Chemistry Matang Korea Selatan

Kunci kekuatan Korea Selatan rupanya terletak pada apa yang mereka sebut ‘The Gyeonggi Connection’. Intinya, mereka mengandalkan chemistry matang pemain-pemain andalan dari klub juara liga domestik, Gyeonggi LBFS. Ini strategi yang cerdas.

Di lapangan, Shin Jong-hoon akan jadi motor penggerak di lini tengah. Visinya tajam. Sementara ujung tombak mereka, Kim Gun-woo, siap jadi target man yang mengandalkan fisik kuat dan penyelesaian akhir yang dingin. Kombinasi ini jelas ancaman nyata. M Iqbal dan kawan-kawan dituntut disiplin ekstra untuk meredam serangan cepat dan permainan fisik lawan.

Kalau melihat catatan pertemuan, Indonesia memang lebih diuntungkan. Pada 2022, Garuda menang telak 6-2 di Yogyakarta. Dominasi itu berlanjut di 2025, lewat kemenangan bersih 3-0 di ajang CFA International China. Bekas kekalahan itu, terutama di China, masih terasa perih bagi Korea. Dan itulah yang memicu motivasi besar mereka. Jakarta, bagi mereka, adalah panggung pembalasan yang sempurna.


Halaman:

Komentar