Lapangan ANZ Arena pagi itu menyaksikan sejarah. Janice Tjen, dengan pukulan-pukulan agresifnya, menaklukkan wakil Kanada yang juga unggulan ke-22, Leylah Fernandez. Pertandingan yang digelar Selasa (20/1) pagi WIB itu berakhir dengan kemenangan telak di set pertama, 6-2, sebelum berjuang lebih keras di set kedua untuk menutupnya 7-6 lewat tie break.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Janice memecahkan sebuah rekor yang sudah terbengkalai selama 28 tahun. Dia kini tercatat sebagai atlet Indonesia pertama sejak Yayuk Basuki yang berhasil meraih kemenangan di babak utama Australian Open. Sebuah prestasi yang tentu saja membanggakan.
Sepanjang laga, Janice tampil sangat solid. Ia tak segan menekan Fernandez dari garis belakang. Empat service ace berhasil dia catatkan, menunjukkan betapa percaya dirinya performanya hari itu.
Di set pembuka, ritme permainannya memang sulit diikuti Fernandez. Beberapa kali Janice berhasil mematahkan servis lawannya dengan pukulan-pukulan cross-court yang tajam. Hasilnya, dia dengan relatif mudah mengamankan set pertama.
Namun begitu, situasi berubah di set kedua. Fernandez bangkit dan bermain lebih baik. Laga pun berjalan alot, sengit, dengan skor yang beberapa kali berimbang. Tapi Janice tetap tenang. Konsistensinya di titik-titik kritis akhirnya membawanya memenangi tie break yang menegangkan.
“Ini mimpi yang jadi kenyataan,” ujar Janice usai pertandingan, wajahnya masih basah oleh keringat dan senyum lebar.
“Leylah adalah pemain tangguh, dan saya harus bekerja ekstra keras di set kedua. Senang bisa membawa nama Indonesia melangkah lebih jauh.”
Artikel Terkait
Ana/Trias ke Final Australian Open 2026 Usai Comeback Dramatis
Moh Zaki Ubaidillah Gagal ke Final Australian Open 2026 Usai Kalah dari Dong Tian Yao
24 Tim Futsal SMA Berlaga di Okezone National Championship, Cikal Bakal Pemain Timnas
Pedro Acosta: Tekanan Marc Marquez Bukan Alasan bagi Bagnaia untuk Terus Gagal Bersaing