Senegal Juara Piala Afrika Usai Drama Mogok Main di Final

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB
Senegal Juara Piala Afrika Usai Drama Mogok Main di Final

Final Penuh Drama, Senegal Juara Piala Afrika Lagi

Rabat Gelar juara Piala Afrika 2025 akhirnya di tangan Senegal. Tapi, jalan menuju gelar kedua mereka itu sungguh tidak biasa. Final melawan tuan rumah Maroko ini diwarnai aksi mogok main yang bikin semua orang di stadion tercengang.

Semua berawal di injury time babak kedua. Skor masih 0-0, tegang. Lalu, wasit Jean Jacques Ndala memberikan hadiah penalti kontroversial untuk Maroko. Itu terjadi di menit ke-98, setelah bentrok antara bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, dan Brahim Diaz. Reaksi tim Senegal? Langsung meledak.

Pelatih Pape Thiaw, yang biasanya kalem, kali ini tak bisa menahan emosi. Dia marah besar. Menurut sejumlah saksi di pinggir lapangan, amarahnya memuncak bukan cuma karena pemberian penalti, tapi juga karena wasit sebelumnya membatalkan gol Senegal. Setelah meninjau VAR, Ndala membatalkan gol Ismaila Sarr yang dicetak beberapa saat sebelumnya, dengan alasan pelanggaran dari Abdoulaye Seck.

"Kami merasa diperlakukan tidak adil. Keputusan demi keputusan seolah melawan kami," ujar Thiaw setelah pertandingan, suaranya masih terdengar bergetar.

Akibatnya, sang pelatih berusia 44 tahun itu memutuskan hal drastis: membawa seluruh anak asuhnya meninggalkan lapangan. Suasana di Stadion Prince Moulay Abdellah pun jadi mencekam. Para pemain Maroko hanya bisa menunggu dengan bingung.

Namun begitu, ada satu suara yang berhasil meredakan situasi. Kapten Senegal, Sadio Mane, dikabarkan menjadi penengah. Dialah yang membujuk tim untuk kembali ke lapangan dan menyelesaikan pertandingan. "Ini tentang harga diri dan bangsa kita. Kita harus menang dengan cara yang benar," begitu kira-kira pesan Mane, seperti yang diungkapkan seorang official tim.

Penalti itu akhirnya dieksekusi di menit ke-90 24 sangat, sangat telat. Brahim Diaz, sang eksekutor, memilih trik tembakan Panenka. Sayang untuk Maroko, kiper Edouard Mendy sudah membaca arahnya. Dengan tenang, kiper Chelsea itu mendarat di posisi tepat dan menepis bola. Suara gemuruh dari pendukung Senegal langsung memecah kesunyian.

Momen itu jadi pembalik keadaan. Momentum sepenuhnya berpindah. Di babak perpanjangan waktu, tepatnya menit 94, Pape Gueye muncul sebagai pahlawan. Gelandang Villarreal itu merayakan gol tunggal penentu kemenangan. 1-0 untuk Senegal!

Jadi, inilah gelar Piala Afrika kedua bagi Singa Afrika. Mereka sebelumnya juga juara di tahun 2021. Kemenangan di Rabat malam ini mungkin yang paling dramatis dan penuh liku dalam sejarah turnamen. Bukan cuma soal teknik, tapi juga ujian mental dan karakter. Dan mereka lulus dengan gemilang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar