Jakarta - Persija Jakarta lagi-lagi dibuat pusing. Bukan karena hasil buruk di lapangan, tapi justru oleh kesuksesan mereka di bursa transfer. Baru saja mereka meresmikan kedatangan Alaaeddine, pemain asing anyar yang diharapkan bisa memperkuat lini serang. Tapi, rekrutan ini malah bikin masalah baru.
Soalnya, sekarang jumlah pemain asing di skuad Macan Kemayoran sudah menumpuk: ada 12 orang. Padahal, aturan main Super League 2025/2026 jelas-jelas membatasi. Maksimal cuma 11 pemain asing yang boleh didaftarkan per klub. Satu kelebihan.
Artinya, mau tidak mau, manajemen Persija harus mengorbankan satu nama. Keputusan ini nggak gampang. Semua pemain asing itu direkrut dengan biaya dan pertimbangan matang. Melepas salah satunya pasti bikin sakit kepala.
Deretan namanya sendiri cukup mentereng. Ada Carlos Eduardo, Thales Lira, sampai Alan Cardoso. Lalu Bruno Tubarão, Van Basty, dan Fabio Calonego. Belum lagi Gustavo França, Gustavo Almeida, Allano Lima, Emaxwell, dan tentu saja sang pendatang baru, Alaaeddine. Jangan lupa Ryo Matsumura, yang statusnya juga pemain asing.
Komposisi yang padat ini, di satu sisi, menunjukkan ambisi Persija. Tapi di sisi lain, justru menjebak pelatih Mauricio Souza dan jajaran direksi. Mereka terjepit antara keinginan punya skuad dalam dan kenyataan regulasi yang nggak bisa ditawar.
Nah, di tengah situasi serba salah ini, dua nama mulai mencuat sebagai calon yang mungkin akan pergi: Gustavo França dan Ryo Matsumura. Kabar burungnya, beberapa klub lain di Super League sudah mengintai, siap menampung kalau benar-benar dilepas.
Artikel Terkait
Lavani Tundukkan Bhayangkara Presisi, Sinyal Kuat di Proliga 2026
Kisah Pilu di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Laga Amal
Setelah Sembilan Tahun, Yusuf Meilana Tinggalkan Persik Kediri
Kabar Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Usai Ambruk di Lapangan