Nah, tantangan barunya sekarang ada di Indonesia. Bergabung dengan Persik Kediri, Luna terlihat antusias. Dia bilang siap beradaptasi dengan kultur sepak bola lokal dan tentu saja, bantu perbaiki posisi tim.
Ambisi pribadinya jelas. Dia pengin langsung berkontribusi, bukan cuma numpang nama.
Memang, aturan mainnya nggak mudah. Kuota pemain asing di Super League ketat, cuma tujuh yang bisa main dari awal. Tapi Luna justru lihat ini sebagai hal positif. Persaingan internal, menurutnya, bakal dorong level seluruh pemain.
Dengan kedatangan Luna, puzzle skema pelatih Marcos Reina makin lengkap. Sebelumnya, Persik sudah dulu datangkan Jon Toral dan Chechu Meneses. Sekarang, lini tengah Macan Putih diramalkan bakal jadi salah satu yang paling kreatif dan berbahaya di Super League musim ini.
Artikel Terkait
Diam di Bursa Transfer, Strategi atau Terjebak Sanksi?
Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Kolaps di Pinggir Lapangan
Lavani Tundukkan Bhayangkara Presisi, Sinyal Kuat di Proliga 2026
Kisah Pilu di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Laga Amal