Nasib serupa juga menimpa Badai Pasifik dari timur ini. PSBS Biak juga sedang berurusan dengan FIFA. Bahkan, mereka harus menyelesaikan tiga kasus sekaligus sebelum bisa membuka dompet di bursa transfer. Sungguh situasi yang tidak mudah.
Di saat transfer masuk terhambat, mereka justru kehilangan satu pemain penting. Andre Oktaviansyah memutuskan hengkang ke FC Bekasi City. Sebuah pukulan yang cukup telak di tengah situasi yang sudah rumit.
PSIM Yogyakarta
Sebagai tim promosi, Laskar Mataram tampak lebih memilih untuk bersikap hati-hati. Pelatih Jean Paul van Gastel secara terbuka mengakui kendala yang dihadapi. Belanja besar di awal musim ternyata menyisakan keterbatasan anggaran untuk paruh musim ini.
Alih-alih mendatangkan pemain, strategi yang diambil justru efisiensi. Mereka melepas sejumlah pemain, termasuk striker andalan, Rafinha. Dia dipinjamkan ke PSIS Semarang. Langkah ini tak hanya untuk mengurangi beban gaji, tapi juga memberi ruang bagi pemain lain.
Malut United FC
Ini mungkin yang paling mengejutkan. Berada di posisi empat besar klasemen ternyata tak membuat Malut United kalap di bursa transfer. Rumor kedatangan pemain bintang memang berhembus, tapi aksi nyatanya justru ke arah sebaliknya.
Tim asal Maluku Utara ini malah melepas tiga pilar penting: Chechu Meneses, Vico Duarte, dan Ahmad Wadil. Ketiganya dilepas dengan status pinjaman. Keputusan ini diambil untuk menjaga keseimbangan skuad dan dinamika internal tim yang sudah terbentuk.
Jadi, itulah situasi yang terjadi. Di tengah hingar-bingar bursa transfer, kelima klub ini justru memilih jalan yang tenang atau terpaksa tenang. Apakah strategi ini tepat? Waktu yang akan menjawabnya. Yang pasti, ketenangan ini justru menyimpan drama dan ketegangannya sendiri.
Artikel Terkait
Jonatan Christie Akui Keunggulan Lin Chun-Yi di Final India Open
Persija Terjepit Aturan: Satu Pemain Asing Harus Angkat Koper
Persija Gempur Bursa Transfer, Sinyal Perang Perebutan Gelar
Persik Kediri Borong Bintang Uruguay, Adrian Luna Resmi Gabung Macan Putih