PSM Makassar Terjerat Sanksi FIFA untuk Kedua Kalinya

- Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:30 WIB
PSM Makassar Terjerat Sanksi FIFA untuk Kedua Kalinya
PSM Terkena Sanksi FIFA Lagi

Bursa transfer sudah dibuka, tapi bagi PSM Makassar, situasinya tetap suram. Lagi-lagi, mereka tak bisa bergerak bebas. FIFA baru saja menjatuhkan sanksi pelarangan transfer untuk klub asal Sulawesi Selatan itu. Namanya tercantum jelas dalam daftar hitam FIFA.

Ini masalah besar. Kalau mau memperkuat tim di tengah musim, manajemen harus buru-buru menyelesaikan urusan internal yang berlarut-larut. Waktunya mepet.

Sanksi yang diberlakukan sejak 9 Januari 2026 ini mencatatkan PSM sebagai klub Indonesia pertama yang kena getah FIFA tahun ini. Yang bikin miris, ini sudah kedua kalinya dalam waktu cuma lima bulan. Sebelumnya, tepatnya 8 Oktober 2025, mereka juga kena hukuman serupa.

Dampaknya waktu itu nyata banget. Beberapa pemain baru telat didaftarkan dan baru bisa main setelah liga jalan lima laga. Repot, kan?

Bakal Berlaku Lama

Nah, menurut data FIFA, sanksi terbaru ini bakal berlaku untuk tiga periode transfer berturut-turut. Bayangkan, kalau nggak cepat-cepat diselesaikan, PSM bisa aja nggak boleh daftar pemain baru sampe musim 2027-2028. Lama banget.

Di sisi lain, mereka masih boleh melepas pemain, khususnya yang statusnya pinjaman. Sudah ada tiga nama yang dikirim: Muhammad Arham Darmawan dan Karel Iek ke Persipal Palu, serta Ardiansyah ke Persijap Jepara.

Timing sanksinya ini yang bikin makin berat. Pas banget sama bursa transfer musim dingin yang berlangsung 10 Januari sampai 6 Februari 2026. Tanpa aksi cepat dari manajemen, pelatih pasti kesulitan cari pemain buat perkuat skuad menghadapi sisa kompetisi.

Bernardo Tavares Kembali Menjadi Sorotan

Meski belum ada konfirmasi resmi, desas-desus kuat menyebut sanksi ini ada kaitannya dengan urusan duit. Tepatnya, sengketa gaji. Nama Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM, kembali mencuat. Dia diduga jadi pihak yang melaporkan klub, sama seperti yang memicu sanksi pertama Oktober lalu.

Hingga saat ini, manajemen PSM masih tutup mulut. Baik Direktur Utama Sadikin Aksa maupun Manajer tim Muhammad Nur Fajrin, belum mau berkomentar soal langkah konkret yang akan diambil buat bebaskan klub dari jeratan FIFA ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar