Meski begitu, jangan salah sangka. Herdman sama sekali tidak mengesampingkan pemain lokal. Justru, mereka dianggap sebagai fondasi utama tim nasional. Menurutnya, antusiasme para pemain dalam negeri saat ini luar biasa besar.
"Indonesia sekarang berada di tahap di mana banyak orang ingin bermain untuk negara ini," kata Herdman.
Dia menambahkan, "Dan para pemain lokal, semangat, energi, dan komitmen mereka akan sangat terlihat."
Jadi, formula idealnya adalah perpaduan. Kolaborasi antara semangat membara pemain lokal dengan kematangan dan pengalaman pemain internasional. Herdman yakin, pendekatan ini bisa menciptakan persaingan sehat di dalam tim, yang ujung-ujungnya mengangkat level seluruh skuad.
Proses seleksinya sendiri akan ketat. Setiap nama yang masuk, baik lokal maupun naturalisasi, harus benar-benar cocok dengan kebutuhan tim dan filosofi permainan yang sedang dibangun.
Agenda padat sepanjang 2026 nanti akan jadi panggung uji coba. Mulai dari FIFA Series Maret, serangkaian FIFA Matchday, hingga Piala AFF yang digelar Juli. Setiap laga akan dimanfaatkan Herdman untuk menguji komposisi dan kualitas pemain.
Rangkaian ajang itu memang seperti ujian nyata. Ujian untuk kebijakan naturalisasi yang selektif, sekaligus bukti perkembangan pemain lokal. Target akhirnya cuma satu: membentuk Timnas Indonesia yang solid, kompetitif, dan siap berlaga untuk jangka panjang.
Artikel Terkait
Crystalin Perpanjang Komitmen, Tetap Dampingi IBL Hingga 2026
Michael Carrick Resmi Pulang, Teken Kontrak Pelatih Manchester United Hingga 2026
Jonatan Christie dan Ganda Putri Indonesia Hadapi Ujian Berat di India Open 2026
Semenyo dan Cherki Bawa City Hampir Pasti ke Final Piala Liga