Herdman Buka Suara: Inilah Alasan Saya Pilih Indonesia
John Herdman akhirnya resmi. Pelatih asal Inggris itu dipastikan akan menukangi Timnas Indonesia, menutup spekulasi yang sempat menghubungkannya dengan sejumlah negara lain. Keputusannya diumumkan dalam sebuah konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Selasa lalu.
Sebelumnya, namanya memang ramai dibicarakan. Dua negara CONCACAF, Jamaika dan Honduras, disebut-sebut tertarik merekrutnya. Apalagi Jamaika, yang masih punya peluang tipis ke Piala Dunia 2026 lewat play-off Maret mendatang. Tawaran yang, bagi banyak pelatih, mungkin sulit ditolak.
Tapi Herdman punya pertimbangan lain. Dia justru memilih Garuda.
“Karier saya sejauh ini perihal membangun, bekerja dengan federasi yang punya semangat dan visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah dijamah,” ujarnya, tegas.
Dia melanjutkan, “Dari semua yang telah saya dengar dan baca, masyarakat di sini, negara ini sudah siap. Tidak ada alasan lain. Kita punya pemain, kapabilitas, profesionalitas, sekarang adalah waktunya untuk lolos.”
Jelas sekali, daya tariknya bukan janji cepat saji. Bukan tiket instan ke Piala Dunia. Melainkan sebuah proyek jangka panjang. Sebuah tantangan membangun dari fondasi. Ini terasa seperti pola yang dia kenal.
Bagaimanapun, Herdman punya track record gemilang di CONCACAF. Dialah arsitek di balik kebangkitan Kanada, yang dia bawa lolos ke Piala Dunia 2022 setelah puasa panjang 36 tahun. Lingkungan itu sudah dia kuasai. Nyaman, mungkin. Tapi dia memilih untuk keluar dari zona nyaman itu.
“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana,” akunya. Namun begitu, pikirannya tertuju pada potensi besar yang dia lihat di sini. “Saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, yang di mana 90 persennya mencintai sepakbola. Mereka sangat mencintai sepakbolanya.”
Baginya, Indonesia adalah tempat yang tepat. Dan dia ingin menjadi bagian dari sejarah saat negara ini melangkah ke tahap berikutnya.
Ambisi besarnya itu tak bisa disangkal. Dalam pernyataannya, dia berulang kali menegaskan bahwa fokusnya bukan sekadar peringkat atau pencapaian sesaat. Misinya lebih besar dari itu.
“Saya sebelumnya berada di Kanada ketika saya mengambil langkah, baik itu tim laki-laki maupun perempuan. Saya ingin berada di sini. Ini adalah kesempatan yang sangat menarik di dunia sepakbola. Bukan soal ranking, bukan soal tim ini bisa saja melangkah ke tempat yang lebih baik,” papar Herdman.
Nadanya penuh keyakinan ketika menyebut target utamanya. “Begitu banyak kesempatan di Indonesia untuk bisa melangkah ke tempat lain. Atau sekelompok pria atau fans yang pernah di sini sebelumnya, dan itu adalah ke Piala Dunia. Itulah misinya.”
Dan misi itu, sepertinya, telah menjadi obsesi hariannya. “Setiap hari saya terbangun, setiap hari ketika saya terbangun dari kasur, hal yang saya pikirkan, selain keluarga saya, untuk bisa meloloskan tim ini ke Piala Dunia,” pungkasnya.
Kini, tantangan itu resmi dimulai. Dia sudah punya bukti dengan Kanada. Pertanyaannya sekarang: bisakah dia mengulanginya di tanah air?
Artikel Terkait
Borneo FC Resmi Lepas Mariano Peralta, Persija Jakarta Dikabarkan Jadi Tujuan Berikutnya
Beckham Putra Adu Mulut dengan Suporter Usai Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik, Kevin Diks Bertindak Cepat Meredam Konflik
Messi Cetak Gol Penalti Tiga Menit Usai Masuk, Argentina Hancurkan Islandia 3-0
Sembilan Klub Super League Ganti Pelatih Jelang Musim 2026/2027, Persija Rekrut Shin Tae-yong