"Banyak perubahan di Pelita Jaya. Semuanya baik untuk kita. Kekurangan tahun lalu kita perbaiki," ujar Arighi.
"Dari pemain impor sampai lokal, tim sekarang sangat fresh. Sistem baru dari coach Dave juga berbeda. Kita akan tampil lain dari tahun lalu."
Perombakan skuad itu memang terlihat signifikan. Beberapa nama lokal baru bergabung: Andrew William Lensun, Oka Ananta Yogiswara, Putu J. Satria Pande, dan Victory Jacob Emilio Lobbu. Untuk pemain asing, Jeffree David Withey dipertahankan, dan dia akan ditemani oleh Amorie Archibald serta Darious Lee Moten.
Presiden klub, Andiko Purnomo, menegaskan komitmen ini bukan main-main. Setiap tahun ada pembaruan untuk tujuan positif. "Kita usung 'nyalakan Pelitamu'. Karena semangat kita untuk mencapai tujuan itu menyala," kata Andiko.
Targetnya jelas: bintang kelima. Setelah empat kali juara nasional dan finis sebagai runner-up musim lalu setelah kalah dari Dewa United, rasa lapar akan gelar semakin menjadi.
"Kita rombak dan upgrade, ujung-ujungnya ya untuk juara. Semua lini, bahkan non-teknis, kita perkuat agar tradisi juara itu benar-benar terasa di sini," tutupnya.
Dengan skuad baru yang penuh talenta dan arahan Singleton yang penuh strategi, Pelita Jaya menatap IBL 2026 dengan ambisi membara. Mereka tak hanya ingin menang, tapi juga menyalakan kembali api kejayaan dan menghadirkan tontonan basket terbaik bagi para penggemar setianya.
Artikel Terkait
Duel Puncak Klasemen: Persib vs Persija Perebutkan Gelar Juara Paruh Musim
Dua Harapan Indonesia Hadang Lawan Tangguh di Semifinal Malaysia Open
Thom Haye: Saya Sudah Tak Sabar Hadapi Gengsi Persib vs Persija
Sabar-Reza Tumbang di Perempat Final Malaysia Open Setelah Duel Sengit