"Tahun lalu, kami yang cari pemain. Tahun ini? Tidak usah cari karena banyak yang mau ikut. Hadiahnya naik, semuanya tampak lebih bagus," ujarnya.
PGI sendiri memegang lisensi penuh penyelenggaraan turnamen ini, menjadikannya satu-satunya national open untuk golf profesional wanita di Indonesia. Keikutsertaannya dalam kalender APAC Circuit adalah buah kerja sama jangka panjang dengan AGLF yang direncanakan berjalan setidaknya untuk tiga tahun ke depan.
CK Song punya harapan besar. Ia melihat potensi yang sangat besar pada golf wanita di Indonesia, potensi yang sayang jika tidak didukung.
"Saya minta tolong, orang Indonesia perlu perhatian lebih, seperti halnya pada sepak bola. Women's golf itu punya banyak potensi," tuturnya.
Semuanya kini tinggal menunggu hari H. Jika semua berjalan sesuai rencana, Indonesia tak hanya akan menjadi tuan rumah, tetapi juga mencatatkan sejarah baru untuk olahraga golf di kawasan.
Artikel Terkait
Fajar/Fikri Tumbangkan Raksasa India, Lolos ke Semifinal Malaysia Open
Comeback Apik Fajar/Fikri Buka Jalan ke Semifinal Malaysia Open
Undian Kejuaraan Beregu Asia 2026: Indonesia Langsung Dihadang Malaysia dan Jepang
Gol Kilat Javlon dan Penalti Andrejic Antarkan Persita Hancurkan Borneo di Kandang