“Dan sejujurnya, saya tidak pernah menyesal,” tegasnya. “Karena itu adalah langkah yang luar biasa bagi saya. Tentu saja, sangat berbeda dengan Eropa dan banyak hal lainnya.”
Lalu, dengan nada yang lebih mantap, dia menambahkan, “Tapi saya tidak memiliki satupun penyesalan.”
Setelah komitmennya pada timnas, Ezra memutuskan untuk benar-benar membenamkan diri di kancah sepak bola Indonesia. Dia memulai karir lokalnya bersama PSM Makassar di tahun 2019. Pengalaman itu, menurutnya, membuatnya makin paham dengan kultur sepak bola tanah air. Ia tak hanya jadi pemain, tapi juga belajar menjadi bagian dari ekosistemnya.
Kini, di Persik Kediri, posisinya makin vital. Ezra bukan sekadar penyerang andalan Macan Putih, tapi juga sosok berpengalaman di ruang ganti. Keputusannya dulu untuk naturalisasi dan bermain di dalam negeri, rupanya membawanya pada peran ini.
Di tengah ramainya perdebatan tentang pemain naturalisasi, pengakuan Ezra dalam podcast Ajax ini seperti angin segar. Ia tak cuma bicara soal dokumen dan administrasi. Lebih dari itu, yang ia tunjukkan adalah komitmen nyata dan keyakinan yang tak goyah. Pilihannya untuk Indonesia diambil dengan hati, dan itu yang ia pegang teguh sampai sekarang.
Artikel Terkait
Atalanta, PSG, Real Madrid, dan Galatasaray Lengkapi Daftar 16 Besar Liga Champions
Undian Liga Champions 2026: PSG Pasti Jumpa Barcelona atau Chelsea
Drawing Liga Champions 2025-2026 di Nyon Tentukan Jalan Menuju Final Budapest
Juventus Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Galatasaray 7-5 Secara Agregat