Catur menegaskan, membawa benda-benda seperti itu ke stadion jelas dilarang. Risikonya besar, bisa memicu kebakaran atau kepanikan massal di tengah kerumunan penonton. Makanya, tindakan tegas perlu diambil.
“Para oknum suporter berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk dilakukan pendataan dan proses penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tambahnya.
Sebenarnya, pengamanan pertandingan sudah dilakukan ekstra ketat. Laga ini dianggap berpotensi rawan. Makanya, sebanyak 491 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi lain diterjunkan. Mereka berjaga di setiap titik krusial, mulai pintu masuk, tribun, hingga jalur pulang suporter.
Meski sempat ada insiden flare, situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Aparat bergerak tepat sebelum keadaan runyam.
“Sempat terjadi penyalaan flare di dalam stadion, aparat bergerak cepat mengendalikan situasi sehingga tidak berkembang menjadi gangguan serius. Pertandingan tetap dapat diselesaikan dengan aman,” pungkas Catur.
Artikel Terkait
Achraf Hakimi Jalani Persidangan Atas Tuduhan Pemerkosaan di Paris
Tardozzi Tenang, Jatuh Marquez di Tes Buriram Tak Pengaruhi Performa
Pat Nevin: Chelsea Bisa Jual Cole Palmer ke Manchester United
Babak Playoff Liga Champions: Inter dan Juventus Hadapi Tantangan Berat