Pengacara Inara Rusli Hitung Usia Janin dan Singgung Tanggung Jawab Insanul Fahmi

- Selasa, 02 Desember 2025 | 19:45 WIB
Pengacara Inara Rusli Hitung Usia Janin dan Singgung Tanggung Jawab Insanul Fahmi

Isu kehamilan Inara Rusli kembali memanas. Kali ini, pengacaranya, Razman Arif Nasution, ikut angkat bicara. Ia bahkan menghitung usia janin dan menyinggung soal tanggung jawab Insanul Fahmi.

Publik belum sepenuhnya selesai membicarakan kisruh perselingkuhan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi yang berujung pada pengakuan nikah siri. Nah, belakangan, muncul lagi kabar baru: Inara disebut-sebut sedang hamil.

Merespons hal ini, Razman Arif Nasution akhirnya buka suara. Pengacara itu membeberkan kronologi hubungan keduanya, yang katanya mulai berkenalan di bulan Juli 2025, lalu menikah siri pada awal Agustus tahun yang sama.

"Saya ingin katakan bahwa posisi saat ini kalau kita lihat dari proses pernikahan siri dan perkenalan antara Inara Rusli dengan Fahmi," jelas Razman.

"Mereka berkenalan itu bulan Juli 2025. Lalu kemudian bulan Agustus minggu pertama mereka melakukan pernikahan siri," tambahnya.

Yang menarik, Razman kemudian mencoba menghitung-hitungan. Jika kabar kehamilan itu benar, kira-kira berapa usia kandungan Inara? Ia mengaku punya dasar untuk menganalisa, sebab istri dan anaknya bekerja di dunia medis.

"Kalau kita hitung minggu pertama Juli lalu kemudian Agustus, September, Oktober, November, awal November mereka masih sama, pertengahan November ke sini sudah ribut. Coba ya kita hitung ya. Karena istri saya bidan, anak saya dokter," ujarnya.

Dari hitungan itu, Razman menduga usia janin sekitar dua bulan. Tapi ia juga menyisipkan catatan. Hasil itu bisa saja berbeda, tergantung faktor lain seperti penggunaan alat kontrasepsi atau bahkan kualitas 'bibit' dari Insanul sendiri.

"Saya analisa nih secara medis dugaan saya nih perkenalan akhir Juli 2025, menikah awal Agustus minggu pertama kalau enggak salah tanggal 7 Agustus," papar Razman.

"Kalau mereka berhubungan badan maka dipastikan kalau dia tidak menggunakan alat kontrasepsi pencegahan kehamilan dan apalagi ini misalnya normal bibitnya bagus bisa jadi kalau kita hitung ya paling tidak dua bulan janin," bebernya lebih lanjut.

Tak cuma soal hitungan, Razman juga menekankan soal tanggung jawab. Menurutnya, Insanul Fahmi wajib mempertanggungjawabkan segala konsekuensinya jika Inara benar-benar mengandung anaknya.

"Sekarang persoalannya kalaulah misalnya Inara hamil, bagaimana pertanggungjawaban hukum dan pertanggungjawaban sosial kemanusiaan terhadap ini," kata Razman.

"Dari segi pertanggungjawaban maka jelas Insanul Fahmi dapat dimintakan pertanggungjawaban karena dia telah berhubungan badan dengan seorang perempuan dalam kategori nikah siri untuk anak ini besok," tegasnya.

Di sisi lain, bersamaan dengan ramainya isu kehamilan ini, Inara justru mengambil langkah hukum. Pada Senin (1/12/2025) lalu, ia melaporkan Insanul ke Polda Metro Jaya dengan dugaan penipuan.

"Yang ingin kami sampaikan adalah, hari ini kami melakukan pelaporan, ya. Atas dugaan penipuan yang dialami oleh klien kami," ujar kuasa hukum Inara, Hamrin Saragih.

Hamrin menjelaskan, laporan itu dilatarbelakangi oleh klaim status lajang Insanul saat mendekati Inara. Padahal, saat itu ia masih berstatus suami sah dari Wardatina Mawa dan sudah punya anak. Hubungan itulah yang akhirnya membawa mereka ke nikah siri.

"Di mana ini kami menduga inisial IF, ya. Karena di situ ada tipu muslihat yang kami temukan, dan kami tadi sudah melampirkan bukti-bukti yang ada," kata Hamrin.

Ia berharap proses hukum ini berjalan lancar. "Semoga kasus ini segera menemukan titik terang dan tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan," tutupnya.

Begitulah situasinya sekarang. Di tengah hiruk-pikuk kabar kehamilan, ternyata justru laporan polisi yang mengemuka. Perkara rumah tangga ini memang seperti tak ada habisnya menyita perhatian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar