LONDON Masa depan Enzo Maresca di Chelsea tiba-tiba terasa goyah. Performa tim yang terus merosot, ditambah ketegangan di balik layar, membuat kursi pelatihnya bergetar. Tak heran, spekulasi tentang siapa penggantinya pun mulai mencuat.
Bayangkan, cuma satu kemenangan dari tujuh laga terakhir. Statistik itu cukup buruk untuk membuat siapapun, termasuk Maresca, merasa tertekan. Padahal, posisi Chelsea di Liga Inggris dan Liga Champions sebenarnya masih lumayan. Tapi ya, standar di Stamford Bridge memang selalu tinggi.
Ini seperti deja vu. Sejak era Todd Boehly, Chelsea sudah memutuskan kontrak Thomas Tuchel, Graham Potter, dan Mauricio Pochettino lebih cepat dari yang direncanakan. Sekarang, Maresca berisiko menjadi korban berikutnya. Polanya sudah terlihat.
Namun begitu, menariknya, kursi panas pelatih Chelsea itu tetap jadi incaran. Daya tariknya masih besar. Klub ini punya ambisi, skuad muda yang potensial, dan dukungan finansial yang tak perlu diragukan. Bagi pelatih yang haus tantangan, ini adalah pekerjaan yang sulit ditolak.
Lihat saja komposisi pemainnya. Di lini tengah, duet Moises Caicedo dan Enzo Fernandez dianggap sebagai salah satu yang terbaik. Sementara di depan, ancaman Cole Palmer dan Estevao benar-benar nyata. Potensi untuk bersaing merebut gelar dalam beberapa tahun ke depan jelas terbuka lebar.
Dengan modal itu, wajar jika Chelsea masih memikat para pelatih papan atas Eropa. Berikut lima nama yang paling sering disebut bakal menggantikan Maresca, jika akhirnya dia harus pergi.
1. Xavi Hernandez
Xavi jadi favorit utama saat ini. Statusnya yang bebas transfer tanpa klub membuat proses perekrutannya jauh lebih simpel. Chelsea tak perlu pusing urus kompensasi.
Prestasinya membawa Barcelona juara LaLiga dan reputasinya sebagai otak sepak bola terbaik di generasinya, membuatnya diyakini masih punya ambisi besar di Eropa. Dia ingin buktikan diri lagi.
2. Liam Rosenior
Nama ini mungkin kurang familiar, tapi reputasinya solid. Dia membangun kerja bagus di Strasbourg, klub yang kebetulan satu kepemilikan dengan Chelsea (BlueCo). Faktor ini bisa mempermudah pendekatan.
Strasbourg tampil kompetitif di Ligue 1, bahkan sempat menahan PSG. Rosenior juga disebut-sebut berperan besar dalam kebangkitan performa Ben Chilwell.
3. Oliver Glasner
Popularitas Glasner melesat sejak menangani Crystal Palace. Dia berhasil membawa klub itu meraih Piala FA dan Community Shield, meski kehilangan beberapa pemain kunci. Sebelumnya, gelar Liga Europa bersama Eintracht Frankfurt sudah ada di mantelnya.
Pengalamannya mengelola tim dengan sumber daya terbatas dinilai cocok untuk mengasah skuad muda Chelsea.
4. Unai Emery
Emery adalah ahli dalam memaksimalkan potensi. Lihat saja kerja apiknya di Aston Villa, yang terus mengganggu papan atas Premier League. Meski terlihat betah di Villa Park, rekam jejaknya di klub besar dan kompetisi Eropa membuat namanya selalu dikaitkan dengan lowongan prestisius.
Kendalanya cuma satu: kontraknya yang masih panjang di tengah musim.
5. Cesc Fabregas
Ini opsi yang punya sentuhan emosional. Mantan gelandang Chelsea itu kini menunjukkan bakat kepelatihan yang menjanjikan di Como, Serie A. Taktik modernnya dipuji banyak pihak.
Como bahkan duduk di peringkat enam dan mencatat kemenangan atas Juventus. Status Fabregas sebagai legenda klub tentu akan menjadi nilai tambah yang kuat di mata suporter.
Chelsea kini di persimpangan jalan. Keputusan mengenai Maresca harus diambil dengan hati-hati. Jika akhirnya berpisah, kelima nama di atas akan masuk dalam daftar pendek untuk memimpin The Blues di fase krusial ini.
Artikel Terkait
Janice Tjen Tembus Babak 16 Besar Dubai Championships Usai Kalahkan Fernandez
Juventus Krisis Striker Jelang Laga Play-off Liga Champions Lawan Galatasaray
Arsenal Dapat Sinyal Positif dari Nico Williams Jelang Bursa Transfer Musim Panas
Alemany Anggap Kontroversi Wasit Tak Relevan Usai Barcelona Dibantai Atletico