Dia nggak pernah menjelaskan lebih lanjut. Menurut Guardian, pernyataan itu malah bikin keretakan dengan petinggi klub. Spekulasi soal konflik internal di tubuh The Blues pun makin menjadi-jadi.
Di klasemen, Chelsea terlempar ke posisi kelima. Yang parah, musim ini mereka sudah buang 15 poin dari situasi unggul. Grafik performa mereka anjlok sejak Desember. Kekalahan dari Leeds, Atalanta, dan Aston Villa cuma menyorot kelemahan taktik Maresca. Timing pergantian pemainnya sering dinilai salah, yang ujung-ujungnya bikin ketegangan di ruang ganti makin menjadi.
Namun begitu, manajemen klub sepertinya masih ragu untuk ambil langkah drastis. Trauma pemecatan beruntun terhadap Thomas Tuchel dan Graham Potter di era Todd Boehly–Clearlake masih membekas. Ganti pelatih di tengah musim dianggap terlalu berisiko. Sikap resmi klub masih mengarah pada prinsip evaluasi di akhir musim. Tapi, celah pengecualian itu terbuka lebar. Kalau situasi makin buruk, siapa yang tahu.
Ujian terberatnya ada di bulan Januari ini. Jadwalnya benar-benar neraka: lima laga Liga Inggris, satu Piala FA lawan Charlton, dua semifinal Piala Carabao kontra Arsenal, plus dua pertandingan Liga Champions menghadapi Pafos dan Napoli. Stabilitas jadi kunci. Tapi kalau hasil buruk terus berlanjut, keputusan besar diyakini nggak bisa ditunda lagi. Bahkan, opsi cadangan seperti Liam Rosenior pelatih klub afiliasi Strasbourg sudah mulai dikait-kaitkan.
Ingat, sekitar 18 bulan lalu Chelsea ambil langkah berani. Mereka pecat Mauricio Pochettino dan percayakan proyek jangka panjang pada Maresca. Musim sebelumnya, klub ini sempat menikmati masa indah: lolos ke Liga Champions, juara Liga Conference, dan Piala Dunia Antarklub. Kini, semua pencapaian itu tinggal kenangan. Kesabaran manajemen dan fans Chelsea benar-benar di ujung tanduk.
Artikel Terkait
Setelah Gagal ke Piala Dunia, Agenda Padat Timnas Indonesia Menanti di 2026
Runner Up MotoGP 2025 Bagi Alex Marquez: Bukan Gelar, Tapi Pembungkam Keraguan
Nova Arianto Beri Sinyal Keras ke Calon Pemain Timnas U-20 di TC Bekasi
Persijap Jepara Datangkan Dua Eks Pemain Liga Eropa untuk Hindari Jurang Degradasi