Di sisi lain, tanggung jawab Herdman justru lebih berat. Kabarnya, dia nggak cuma megang tim senior. Federasi juga mempercayakannya untuk membesut Timnas U-23. Ini jadi bagian dari proyek jangka panjang mereka.
Jadi skemanya beda jauh dengan era Kluivert dulu. Waktu itu, sang legenda fokus penuh ke tim senior saja, tanpa campur tangan di tim usia muda. Gajinya memang gila-gilaan, tapi job description-nya lebih spesifik.
Sekarang, dengan gaji yang lebih rendah, Herdman justru dapat tugas ganda. Sebuah tantangan besar sekaligus pertaruhan dari PSSI. Mereka sepertinya lebih memilih investasi jangka panjang lewat pembinaan pemain muda, ketimbang sekadar membayar mahal untuk nama besar. Bagaimana hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Italia Hadapi Bosnia di Zenica dalam Final Kualifikasi Piala Dunia 2026
Herdman Soroti Performa Cemerlang Calvin Verdonk di Tengah Kekalahan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Puji Level Timnas Indonesia Usai Kemenangan Tipis di Final FIFA Series
Nagelsmann Peringatkan Jerman Soal Disiplin Posisi Meski Taklukkan Ghana