Namun begitu, babak kedua ceritanya berbeda. Performa Persib agak menurun. PSM, di sisi lain, tampil lebih agresif dan mendesak. Beberapa peluang berbahaya mereka ciptakan, terutama lewat bola-bola mati yang sukses membuat jantung bobotoh berdebar-debar.
Tekanan itu memaksa lini belakang Persib bekerja ekstra keras. Koordinasi antara bek dan kiper jadi penentu utama. Untungnya, mereka solid. Keunggulan satu gol itu bertahan, meski nyaris saja bobol beberapa kali.
“Di babak kedua kami agak turun permainannya. Mereka dapat beberapa peluang bagus, terutama dari situasi bola mati,” akui Hodak. Tapi nada suaranya kemudian berubah bangga. “Tapi saya senang. Saya bangga sama kerja keras semua pemain, khususnya para pemain bertahan kita. Mereka luar biasa.”
Pelatih asal Kroasia itu memberi apresiasi penuh. Baginya, kemenangan tipis seperti ini justru punya rasa yang spesial. Setiap pemain menjalankan instruksi dengan baik, dan hasilnya adalah tiga poin yang sangat berarti.
Dan poin itu membawa konsekuensi manis. Kemenangan susah payah ini mengantarkan Persib ke puncak klasemen sementara, mengumpulkan 34 poin, sejajar dengan Borneo FC. Sebuah pencapaian yang, malam itu, dibayar dengan keringat dan perjuangan maksimal.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Kejutkan COTA, Start P4 Moto3 AS 2026
Barcelona Incar Bastoni, Inter Buka Opsi Tukar Pemain
Pangsuma FC Hajar Kuda Laut Nusantara 4-1 di Lanjutan Liga Futsal Profesional
PSIS Semarang Hadapi Laga Krusial Kontra Persipal Palu di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Degradasi