Gol Bunuh Diri dan Penyelamat Akhir, Persebaya Cuma Gigit Jari Lawan Borneo

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 21:00 WIB
Gol Bunuh Diri dan Penyelamat Akhir, Persebaya Cuma Gigit Jari Lawan Borneo

Sabtu malam di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir dengan hasil yang mengecewakan bagi Persebaya. Mereka cuma bisa meraih satu poin usai ditahan imbang Borneo FC 2-2 dalam lanjutan Liga 1. Padahal, semangat "Bajul Ijo" berkobar-kobar sepanjang laga.

Borneo, yang masih kokoh di puncak klasemen dengan 34 poin, membuka keunggulan lebih dulu. Di menit ke-22, Juan Felipe Villa Ruiz sukses menyelesaikan umpan silang Westherley Nogueira dengan tendangan akurat. Kiper Ernando Ari nyaris tak berkutik.

Namun begitu, Persebaya langsung membalas. Hanya berselang dua menit, tendangan Gali Freitas berhasil menaklukkan Nadeo Argawinata. Gol ini sempat dicek ulang lewat VAR, tapi wasit memutuskan sah. Skor pun menjadi 1-1.

Setelah gol penyama itu, gairah serangan tuan rumah makin menjadi. Mereka menekan, mencari celah. Di menit ke-40, misalnya, Malik Risaldi melepaskan tembakan yang lumayan mengancam. Sayangnya, Nadeo masih bisa membaca arah bola dengan baik.

Babak kedua berjalan dengan ritme yang tak kalah sengit. Borneo FC kembali unggul, tapi lewat cara yang pahit bagi Persebaya. Di menit ke-70, Leo Lelis tanpa sengaja menjebol gawangnya sendiri saat berusaha memotong umpan silang lawan. Gol bunuh diri itu membuat suporter di tribun terdiam sejenak.

Persebaya tak menyerah. Mereka terus mendesak, mencari gol penyelamat. Randy Hanson hampir saja mencetak gol lewat sundulannya di menit 79, memanfaatkan sepak pojok, tapi bola masih melambung di atas mistar.

Tekanan itu akhirnya berbuah di penghujung waktu normal. Menit ke-89, bola liar berkelebat di kotak penalti Borneo. Malik Risaldi, dengan reflek cepat, menendang keras dan bola pun masuk! Stadion bergemuruh. 2-2.

Skor itu bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Dengan satu poin ini, Persebaya kini mengumpulkan 19 poin dan bertengger di posisi keenam klasemen. Hasil yang cukup, tapi jelas kurang memuaskan mengingat perjuangan keras yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar